pegimakan.id

Belut Sambal Ijo Sajian Kuliner Khas Banten

Bersantap siang dengan menu belut goreng, pecek belut, atau gurihnya pepes belut plus sambal ijo yang disajikan dalam keadaan panas-panas? Hmmm… Coba saja langsung menu ini di Pondok Makan Belut, di Jalan Raya Mayor Widagdo No. 99, Pandeglang.

Di warung makan ini, disajikan berbagai olahan dengan bahan baku belut lewat tangan terampil hingga tersaji makanan nan sedap. Untuk merasakan nikmatnya panganan belut ini, anda tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam, dan dijamin perut akan kenyang. Bahkan, bukan tidak mungkin anda ketagihan datang lagi merasakan kedahsyatan sajian makanan satu-satunya di warung makan ini.

Pondok Makan Belut berdiri atas keinginan dua rekan yaitu Rian Winarta dan Yadi. Berawal dari niat untuk membuka usaha sendiri, mereka memutuskan membangun warung makan dengan sajian berbeda. Ingin memberikan sensasi tersendiri, begitu tekad yang tertanam. Terlebih hingga saat ini belum ada pondok makan serupa di Pandeglang selain Pondok Makan Belut ini.

Rian Winarta mengatakan usaha yang dirintisnya ini sudah banyak dikunjungi orang. Rata-rata pelanggannya mulai dari kalangan anak sekolah, pegawai negeri sipil (PNS), karyawan dan kelompok masyarakat lainnya. Terlebih lokasi pondok makan ini cukup strategis, yakni berada di simpang jalan lintasan Pandeglang-Rangkas Bitung.

Namun meski bernama pondok belut, tak semua sajian yang ditawarkannya berupa olahan belut. Ada juga ayam bakar, karedok, ikan goreng, ikan bakar, tempe dan tahu goreng dan lain-lain. Tak ketinggalan soft drink disajikan sebagai pelengkap.

Ditambahkannya, rata-rata pengunjung yang datang untuk makan di tempatnya memesan belut, dan kalaupun yang tidak suka belut, disiapkan sajian makanan jenis lainnya. Sajian nikmat ini juga ditunjang oleh kepekaan pemilik untuk menata lokasi sedemikian rupa sehingga pengunjung betah dan merasa tidak terlalu sumpek. Sebab, satu meja bisa digunakan empat sampai enam orang.  “Mulai dari yang kecil, insyaallah kami rintis usaha ini dengan baik. Dan kami akan mempertahankan jenis pengelolaan semacam ini,” tambahnya.

Sedangkan untuk jenis sayurannya, di pondok makan itu juga menyediakan semur jengkol, cah kangkung dan berbagai menu makanan lainnya.  Karenanya dirinya berharap agar tempat makan itu bisa dijangkau oleh berbagai kalangan.  “Dalam sehari, rata-rata kami menghabiskan 5 Kg belut,” ujarnya lagi.

Sementara untuk jenis nasi, katanya, disiapkan dua model yaitu nasi putih biasa dan nasi liwet ikan teri. Jenis nasi yang terakhir ini dijadikan menu andalan. Dan yang terpenting, lagi-lagi semuanya disajikan serba dadakan agar resanya lebih nikmat dan lebih mengena di lidah para pelanggannya. “Yang tak dilupakan juga, untuk lebih merasakan mantapnya sambal ijo, disajikan lalapan,

Yuk ajak keluarga ..

Sumber info : www.satelitnews.co.id

pegimakan.id
Comments
Loading...