pegimakan.id

Depot Sate Kijang Tempat Kuliner Yang Bikin Penasaran di Banjarmasin

Sate kijang, terdengar masih asing di telinga sebab di mana-mana yang populer adalah sate ayam dan kambing,walau begitu, di Indonesia ini ada  sate berbahan daging kijang.

Tepatnya ada di Depot Sate Kijang di Jalan Pangeran Samudera nomor 14, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tampilan satenya tampak seperti sate pada umumnya, yaitu beberapa potongan daging ditusuk dengan bilah runcing dilengkapi sambal kacang berwarna cokelat.

Bedanya, ada pada rasa dan tekstur dagingnya. Rasanya sangat jauh berbeda dengan sate ayam atau kambing, keempukannya pun berbeda.

Jika menyantap sate ayam, empuk dagingnya seperti menyatu, namun empuknya sate kijang ini seperti menyatu di lidah tetapi setelah beberapa kali gigitan akan terasa dan terdengar suara krenyes-krenyes di mulut.

Menyantap sate kijang di Depot Sate Kijang di Jalan Pangeran Samudera nomor 14, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sementara jika menyantap sate ayam atau kambing tidak ada sensasi krenyes-krenyes seperti ini.

Terasa sekali tekstur dagingnya berbeda dan empuknya lain dari sate yang lain.

Begitu menyantapnya, terasa juga aromanya yang khas dan lembut.

Wangi dagingnya seakan menyebar dengan lembut ke pangkal mulut dan pelan-pelan memasuki rongga hidung.

Ada juga terasa aroma gurih yang tak terlalu tajam, dipadu dengan manis dan asinnya sambal kacangnya, membuat sensasi makannya kian terasa.

Makin nikmat lagi jika ditumpahi sedikit kecap manis khusus untuk bumbu sate saat menyantapnya, akan membuat sensasi rasanya makin lengkap.

Secara kombinasi bumbu, ujar penjualnya, Ko Ing alias Abdul Hadi, tak jauh berbeda dengan sate ayam atau kambing.

“Cuma komposisinya saja lebih banyak. Ada bawang, kacang dan lombok, dan sebagainya,” urainya.

Menyantapnya, bisa dengan nasi atau lontong.

Sate kijang.

Seporsinya dibanderol Rp 60.000 untuk 10 tusuk.

Kalau ditambah nasi atau lontong, tinggal tambah bayar Rp 5.000.

“Sate kijang ini beda kan rasanya dari sate ayam atau kambing? Apalagi kalau kijangnya itu baru ditangkap terus disembelih lalu diolah jadi sate. Wah, rasanya makin nikmat, segar sekali,” katanya.

Untuk harganya memang tergolong mahal.

Wajar saja, karena bahan utamanya yaitu kijang memang agak susah dicari.

Dia biasanya memasoknya dari langganannya yang biasa mengantarkan daging ini ke rumah makannya.

“Mereka itu mendapatkan kijangnya dari hutan-hutan di Kalimantan ini. Setahu saya ada yang tangkapan dari hutan di Kapuas, Kalimantan Tengah. Selebihnya, saya kurang tahu,” ujarnya.

Dia menjual sate ini sudah lama, sejak 1990. Pelanggannya pun cukup banyak.

Tak hanya warga Banjarmasin, namun juga turis dari daerah lain seperti dari Solo, Yogyakarta, dan Bandung.

Sate kijang.

Tak hanya itu, para selebriti ternama juga kerap makan sate kijang di sini.

Misalnya, musisi Ahmad Dhani, penyanyi Pinkan Mambo dan grup band /rif.

“Dulu pernah juga diliput untuk acara kuliner di televisi oleh Pak Bondan Winarno,” katanya.

Warung ini biasanya ramai dikunjungi saat waktu makan. Waktu operasionalnya tiap hari dari pukul 09.00-23.30 Wita.

Menuju kemari, bisa menggunakan angkutan umum dari Terminal Pasar Sentra Antasari, ambil jurusan ke RS Suaka Insan.

Bisa juga sebaliknya, dari RS Suaka Insan, ambil yang jurusan ke Terminal Pasar Sentra Antasari atau Duta Mall.

“Bisa juga menggunakan ojek, bajaj atau becak,” ujarnya.

Source Pegimakan.id Tribunnews
Comments
Loading...