pegimakan.id

Kopi Khas Makassar Daeng Anas

Kopi Khas Makassar

Menikmati suasana Kota Makassar dengan secangkir kopi Toraja. Slrupp!

 

Jika pertama kali traveling ke Makassar, Anda akan menjumpai kerumunan orang yang sedang duduk-duduk di warung kopi. Seperti halnya Aceh yang terkenal warung kopinya, begitu pun di Makassar. Jika dihitung, jumlah warung kopi se-Makassar mungkin mencapai ratusan.

Ada beberapa warung kopi (warkop) terkenal di Makassar, seperti Warkop Phoenam, Warkop Dottoro, Warkop Daeng Anas, Warkop Daeng Sija atau Warkop Hei Hong. Untuk memperoleh bahan baku kopi tidaklah sulit, karena di Sulawesi Selatan terdapat dua daerah penghasil kopi kelas dunia, yakni di Toraja dan di Kalosi.

Rata-rata kopi yang disajikan merupakan perpaduan kopi Robusta dan Arabika yang dimasak sebelum disajikan. Selain kopi hitam, kopi susu tidak kalah mantapnya.

Di Jalan Pelita Raya, juga terdapat Warkop Daeng Anas yang ramai dari pagi hingga petang hari. Kopi ini hasil racikan Daeng Anas atau Nasrullah. Daeng Anas merintis usaha warkop secara mandiri dan lepas dari nama keluarganya, sejak tahun 2002 dengan membuka warkop di Jalan AP Pettarani dan pada tahun 2004 Daeng Anas pindah ke Jalan AP Pettarani.

Dubes Australia untuk Indonesia Paul Cirigson dan Wali Kota Makassar Muhammad Ramdhan Danny Pomanto

 

Di warkop Daeng Anas ini merupakan tempat favorit beberapa pejabat setingkat Gubernur dan Walikota beserta para pengikutnya. Selain itu, warkop ini juga jadi tempat persinggahan berbagai profesi seperti pegawai negeri, karyawan perusahaan swasta atau komunitas jurnalis di Makassar.

Daeng Anas meracik kopinya dengan memadu gilingan kopi yang masih kasar dari dua jenis kopi Arabika dan kopi Robusta. Ilmu meracik kopinya merupakan keahlian warisan dari sang Ayah, H Muhammad Nawir yang membuka Warkop Sinar Daya di Daya, Makassar, sejak tahun 1960-an.

Setelah dua jenis kopi ini dicampur, kopi lalu dimasak dengan teko yang terbuat dari besi kuningan. Cara masaknya sama persis dengan kopi tarik khas Aceh atau kopi tiam. Sebelum disajikan kopi harus dipanaskan terus di atas kompor.

Selain warkop yang bercitarasa klasik ini, di beberapa sudut jalan juga terdapat warkop ‘kelas dua’. Warkop tersebut tidak memprioritaskan rasa, tapi memanjakan pelanggannya dengan layanan bebas WiFi internet dan buka hingga larut malam. Berlama-lama di Makassar, Anda akan semakin betah jika sekali-kali mencoba ikut nongkrong di warung-warung kopi di Makassar.

pegimakan.id by boy
Comments
Loading...