pegimakan.id

Menu Tradisional Khas Resto Handayani Kuliner Pontianak

Resto Handayani

KULINER Pontianak kini kembali dimeriahkan makanan khas Melayu Pontianak. Dengan mengandalkan menu makanan khas daerah Kalimantan Barat, kini Resto Handayani di Jl Sultan Syahrir turut memeriahkan kuliner di Kota Pontianak.

Sesuai dengan konsepnya, resto ini juga didekorasi sedemikian rupa yang mencirikan khas adat Melayu Pontianak. Bertempat menyatu bersama Rumah Adat Melayu menyerasikan corak melayu tampak begitu kental. Resto Handayani yang baru saja diresmikan pada Selasa (20/8/2013) ini, akan buka mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Kurang lebih 50 jenis masakan menjadi pilihan di resto ini. Masakan yang spesialnya ada ikan asam pedas, ikan bakar, boto ikan tenggiri, pepes ikan kemangi. Sedangkan khas nusantara ada cah pakis, ayam bakar pandan, opor ayam kampung dan sambal petai ikan asin.

Selain itu juga ada umbut kelapa, rebung, botok, lecak, pajri nanas. Cencalok, tempoyak, satur keladi, sayur asam. Kalau untuk minuman juga tersedia air rujak, air serbat dan jika dicampurkan dengan susu akan berubah sebutannya menjadi jadi strup.

Hidangan resto ini memang dikenal dengan masakan khas melayu dan nusantara sejak 20 tahun yang lalu. “Konsepnya awalnya dari orangtua sejak 20 tahun yang lalu, terletak di Museum Negeri. Dulu belum ada konsep prasmanan seperti kita,” ujar Mahesa, Pemilik Resto Handayani.

“Dulu yang mengembangkan usaha ini bapak, jalan ke kantor- kantor dan nawarin menu nusantara ini. Jadi orang Pontianak dengan adanya kita ada ini menambah menu pilihan lain. Intinya melestarikan budaya melayu dan masyarakat kita cukup terbuka untuk hal-hal kuliner,” imbuh pria yang kerap disapa Caca ini.

Dikatakan pria kelahiran Batam 19 Juni 1985 ini sejak dahulu memang mengandalkan menu tradisional, yang mana untuk pangsa pasarnya sudah ada. “Tamu dari Jakarata, Malaysia dan Brunei selalu dibawa ke Handayani. Kalau bule-bule juga banyak,” tutur anak kedua dari tiga bersaudara ini.

“Semua masakan khas daerah kita yang ditonjolkan dan untuk harga relatif terjangkau. Promosinya sewaktu kita pembukaan opening mengundang berbagai kalangan kantor dan instansi dengan makanan gratis,” imbuhnya.

Sarjana lulusan UPN Veteran Yogyakarta Jurusan Ilmu Komunikasi 2008 ini menambahkan untuk menu masakan cukup fleksibel dan tidak terfokus dengan menu masakan yang sama.

“Karena takut orang bosan kalau menikmati hidangan dengan menu yang sama setiap harinya, minimal satu minggu sekali ganti menu, tapi tetap menonjolkan ciri khas melayu,” pungkasnya.

Source Pegimakan.id Tribunnews.com
Comments
Loading...