pegimakan.id

Menyantap Hidangan Menu Tradisional Khas Rm Aroma Bogor

Di Bogor ada rumah makan gaya Sunda yang punya menu sedap. Aneka lauk goreng berbumbu kuning dicocol sambal goreng..

Bogor terkenal sebagai surganya para pencinta kuliner. Selain kafe, restoran, dan bistro berkonsep moderen, rumah makan yang menyuguhkan lauk tradisional tetap populer di sini.

Salah satunya Rumah Makan Aroma yang cabangnya tersebar di 6 titik. Berawal dari warung sederhana di trotoar, Ibu Hotiah dan Bapak Hoip berhasil mengembangkan rumah makan ini.

“Sekitar 6 tahun lalu, ibu dan bapak saya berjualan ayam goreng di kawasan Bondongan. Karena pembelinya banyak, alhamdulillah bisa beli ruko dan berjualan di situ,” ujar Dani, salah seorang anak Ibu Hotiah yang mengelola Rumah Makan Aroma cabang Air Mancur (Jl. Sudirman)

Rumah makan ini lalu membuka cabang pertamanya di tahun kedua. Menu yang disuguhkan sebenarnya sederhana. Ragam lauk pauk seperti ayam kampung, ayam negeri, burung marlon, udang, paru, iso, babat, ikan mujaer, tahu tempe, dan ati ampela diungkep bumbu kuning lalu digoreng.

Ada pula lauk pelengkap seperti tutut berbumbu pedas, semur jengkol, dan jengkol balado. Pilihan sayurnya antara lain aneka tumisan dan sayur asem.

Mampir ke cabangnya di Jl. Sudirman, langsung terlihat jejeran lauk di depan rumah makan. Pembeli nampak antre dengan masing-masing membawa baki plastik untuk menaruh lauk pilihan mereka. Usai itu pegawai langsung menggoreng lauk tersebut.

Dari sekitar 20 lauk dan pelengkap yang ada saat kami mampir, kami memilih ayam goreng negeri (Rp 12.000), burung marlon (Rp 25.000), udang (Rp 8.000), paru (Rp 9.000), ati ampela (Rp 9.000), bakwan jagung (Rp 5.000), sayur asem (Rp 7.000), dan jengkol balado sebagai lauk santap siang.

Ayam goreng dan burung marlon disajikan dalam 1 piring. Keduanya berwarna kuning kecokelatan. Nyamm! Ayam goreng begitu empuk dengan cita rasa gurih meresap. Jadi ‘jodoh’ paling pas untuk nasi hangat dan lalapan segar di sini.

Sementara burung marlon atau burung puyuh disajikan 1 ekor sehingga ukurannya lebih besar. Dibanding ayam, tekstur daging marlon lebih berserat dengan warna cokelat gelap.

Kegurihannyapun lebih mantap! Semakin enak karena teksturnya tetap empuk tanpa aroma amis atau anyir yang tertinggal.

Dani mengatakan burung marlon diambil langsung dari Cianjur. “Sebelumnya kami pernah ambil (burung marlon) dari Indramayu tetapi tidak segurih yang dari Cianjur,” ujar pria ramah ini.

Udang goreng disajikan menggunakan tusuk sate. Tiap tusuk terdiri dari 3 udang ukuran sedang yang kulitnya masih menempel. Daging udang terasa kenyal gurih. Ketika digigit bersamaan dengan kulitnya, ada sensasi renyah enak di mulut.

Berbeda dengan paru yang lebih kenyal dibanding lauk-lauk lain. Ukurannya cukup lebar dengan cita rasa gurih ringan. Sehingga bisa puaskan selera kami sebagai pencinta paru. Kamipun senang karena ada sate ati ampela tersaji di sini. Rasanya yang empuk gurih menambah kenikmatan santap siang di sini.

Semua lauk gurih ini makin lezat saat dicocol sambal Rumah Makan Aroma. Sambal ini tersaji di tiap meja sehingga bisa diambil sesuai selera. “Sambal merah ini digoreng ya pakai terasi sedikit,” ujar Dani saat ditanya rahasia kelezatan sambal.

Menurutnya sambal ini jadi pembeda Rumah Makan Aroma dengan rumah makan Sunda lainnya. Dani berujar, “Di sini sambalnya justru sengaja dibuat pedas.” Kehadiran sambal ini berawal saat Ibu Hotiah membuat sendiri racikan sambal pedas kesukannya. “Ternyata yang lain pada suka dengan jenis sambal seperti itu,” tambah Dani.

Dalam sehari Rumah Makan Aroma bisa menghabiskan 50-75 kg cabai rawit merah. Dani menuturkan, “Semuanya digiling dan dibuat di pusat (Jalan Bondongan). Begitu juga dengan lauk-lauk lainnya. Jadi nanti tinggal diantar ke tiap cabang.”

Bakwan jagung tak kami lewatkan. Gurihnya adonan tepung terigu makin enak karena diselingi pipilan jagung manis. Sementara sayur asamnya tercecap sedikit manis dengan isian lengkap mulai dari labu siam, kacang panjang, kacang tanah, dan jagung manis.

Agar makin nikmat, kami sengaja menyuap nasi putih hangat dengan jengkol balado. Jengkolnya dipotong kecil-kecil lalu dilumuri sambal balado di permukaannya.

Huahh! Rasanya lumayan pedas dengan aroma khas jengkol yang nikmat. Semakin enak karena tekstur jengkolnya empuk. Seporsi nasi putih yang banyakpun habis tak bersisa di piring kami.

Ah, santap memuaskan membuat kami ingin kembali ke sini lain waktu. Masih ada tutut pedas yang kabarnya jadi andalan rumah makan, namun sayangnya habis saat kami mampir. Atau kembali mencicip kenikmatan ayam goreng dan burung marlon goreng yang empuk gurih di sini. Coba, yuk!

Rumah Makan Aroma
Jalan Sudirman (Air Mancur)
Bogor
Telepon: 085715599808

Jalan Pahlawan Bondongan
Telepon: 082211700777

Source Pegimakan.id Food.detik.com
Comments
Loading...