pegimakan.id

Republik Coffee, Tempat Bersantai Di Samarinda

Republik Coffee

Coffee shop kini tak sekadar menjadi tempat minum kopi, namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Bersantai, menikmati waktu istirahat, hingga menyelesaikan pekerjaan sambil minum kopi mulai menjadi keseharian banyak orang.

Untuk menunjang kebutuhan itu, coffee shop berusaha menampilkan beragam jenis seduhan dan campuran kopi. Tak hanya disajikan panas, kopi dingin pun sudah banyak bermunculan. Metodenya pun beragam.

Di Samarinda, Kalimantan Timur, ada satu jenis penyajian kopi yang paling banyak diminati para penikmat kopi. Metode tersebut dinamai cold drip. Pengusaha kedai Republik Coffee, Nugraha Kris, mengatakan kini cara pembuatan kopi tidak itu-itu saja. Kalau dulu kopi hanya dikenal dengan kopi tubruk, sekarang tidak lagi.

Ada metode ice coffee atau kopi panas biasa yang kemudian dicampur es. Ada juga metode cold brew atau kopi yang diseduh dengan air bersuhu kamar. Namun yang kini paling banyak dicari adalah cold drip.

“Cold drip itu seduhan kopi dingin. Metode cold drip punya alat khusus yang eksklusif dan berbeda dari metode kopi manapun. Prinsipnya adalah memaksimalkan lelehan es untuk mendapatkan ekstrak kopi,” kata Kris.

Dijelaskan dia, alat khusus ini memiliki tiga tabung yang disusun vertikal. Tabung paling atas diisi es, tabung kedua berisi bubuk kopi, dan tabung paling bawah merupakan tempat untuk menampung hasil ekstraksi kopi.

“Es perlahan mencair, kemudian tetesannya langsung jatuh membasahi bubuk kopi. Secara perlahan kopi terekstrak dan turun di tabung penampungan. Cold drip membutuhkan proses hingga 12 jam karena menunggu es mencair,” ungkapnya.

Lanjut Kris, kopi yang dihasilkan bisa dibilang istimewa. Acidity atau tingkat keasaman rendah, tidak kental namun cita rasa dan aroma kopi lebih menonjol, dan tentu saja aman bagi pencernaan. “Prinsip yang ditekankan cold drip sebenarnya lebih ke arah bagaimana menciptakan rasa kopi yang dapat dinikmati pada musim panas. Sangat cocok di daerah tropis seperti Indonesia,” ujarnya.

Kris menjelaskan, umumnya penikmat kopi dingin mengeluhkan gangguan pencernaan. Namun metode cold drip dijamin aman dinikmati siapa saja. Karakter kopi yang dihasilkan pun tidak ditemukan di metode seduh lainnya. “Cold drip memiliki efek lebih rileks. Banyak orang yang selama ini mengaku mempunyai masalah dengan pencernaan karena kopi. Biasanya dengan cold drip lebih aman, karena relatif tingkat acidity-nya bersifat basa,” jelasnya. Selain disajikan utuh seperti espresso, kopi hasil cold drip bisa dicampur dengan bahan lainnya. Untuk kesan manis, bisa dicampur susu, krimer atau sirup. Jika lebih suka dengan minuman segar rasa fruity, kopi cold drip bisa ditambah lemon.

“Di daerah yang dilintasi garis katulistiwa biasanya bersuhu lebih hangat, kopi dingin dari metode cold drip bisa menjadi minuman menyegarkan dan membantu lebih rileks,” sebutnya. Sementara itu, salah satu penikmat kopi, Jafar Sidiq mengaku sangat menyukai cold drip. Rasa yang dihasilkan berbeda ditambah cara penyajian yang khusus, memberi kesan nikmat pada sajian kopi yang disuguhkan.

“Cold drip is the best. Sebelumnya saya belum pernah mencoba kopi dingin, lalu dapat rekomendasi dari teman. Ternyata sangat enak di perut, cukup kaget bagi pemula seperti saya. Rasanya enak dan cara penyajiannya sangat menarik,” pungkasnya. Meski baru terdengar di Indonesia, metode cold drip ditemukan di Kyoto, Jepang pada abad ke-16. Hanya saja, para petualang kopi yang baru mengetahui dan menikmati kopi dengan metode ini.

Jika ingin mencoba seduhan kopi dengan metode cold drip di Samarinda, silahkan kunjungi Republik Coffee di kompleks Stadion Segiri, Jalan Kesuma Bangsa. Hanya cafe ini yang menyajikan cold drip di Samarinda mulai pagi hingga malam hari.

Buka

07.00-01.00

Sumber info www.kompas.com

Source pegimakan.id kompas
Comments
Loading...