pegimakan.id

Santapan Nikmat Restoran Hj.Nurbayah Kuliner Samarinda

Restoran Hj.Nurbayah

Berawal dari hati yang ikhlas dan tak kenal lelah untuk mengembangkan diri, Nurbayah mampu memposisikan diri sebagai salah satu  pengusaha perempuan di Samarinda di bidang kuliner lewat Catering dan Restoran Hj Nurbayah yang cukup dikenal di Kota Tepian.

Memasak memang bukan hal baru bagi Hj Nurbayah. Perempuan kelahiran Sangkulirang-Kutai Timur tahun 1962 ini tak lagi asing dengan memasak sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Untuk membantu orangtuanya, Hj Nurbayah terbiasa mengolah aneka makanan di dapur rumahnya dan dibawa berjualan sebelum beranjak ke sekolah atau pun untuk kawan-kawannya di sekolah.

“Sebelum sekolah, saya memasak dulu mulai subuh. Ini terus berlanjut sampai saya duduk di bangku SMEA di Samarinda,” kata Hj Nurbayah mengenang masa sekolahnya.

Mengenang kehidupan masa kecilnya yang cukup keras, Nurbayah tak mampu menyembunyikan air matanya. Namun, perjalanan hidup dengan berbagai kesulitan yang dihadapinya justru membuatnya terampil mengolah aneka masakan. “Dari kecil, saya selalu berpikir bagaimana caranya supaya masakan saya disukai. Awalnya dulu seringkali memasak bihun goreng untuk dijual ke teman-teman,” kata Nurbayah.

Hobi memasaknya terus berlanjut hingga dirinya menikah dan bekerja di Bank Bumi Daya usai lulus dari SMEA. Saat bekerja, Nurbayah terbiasa membawa bekal yang kemudian mengundang minat rekan-rekan kerjanya. Dari sinilah cikal-bakal usaha catering bermula. Mulai urusan kuliner untuk pengajian, kelahiran bayi, hingga akhirnya acara pertemuan perbankan dalam skala cukup besar dipercayakan pada ibu tiga anak ini.

“Dari situ juga saya secara bertahap membeli alat saji. Saya juga terus berpikir bagaimana caranya menyajikan makanan supaya terlihat menarik. Kepuasan yang disampaikan pelanggan menjadi motivasi bagi saya untuk selalu memberikan yang terbaik,” kata Hj Nurbayah.

Rasa puas yang disampaikan dari mulut ke mulut itulah yang lebih berperan dalam memasarkan layanan catering yang dikelolanya. Tawaran pensiun dini dari tempatnya bekerja menjadi jawaban atas keinginannya menekuni bisnis kuliner. Hj Nurbayah pun berharap, dengan tak lagi bekerja di kantor, dirinya dapat lebih mudah menyeimbangkan perannya sebagai ibu dari tiga anak- anaknya. “Dana pensiun yang saya terima, digunakan juga untuk melengkapi peralatan catering,” ujarnya sembari tersenyum.

Kini banyak yang mengenal Catering dan Resto Hj Nurbayah. Berbagai menu unggulan seperti Sayur Asam Iga Sapi dan Pepes Patin selalu menuai kepuasan pelanggan.

Bahkan, pada tahun 2008 Hj Nurbayah dipercaya menyajikan menu pada acara peresmian PLTU milik mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Peresmian itu sendiri diresmikan Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI beserta ibu Ani Yudhoyono dan dihadiri juga oleh sejumlah jajaran menteri. Sebelumnya, Catering Hj Nurbayah juga pernah dipercaya menyiapkan jamuan untuk workshop yang dihadiri 15 negara yang dilaksanakan di Tenggarong, Kutai Kertanegara.

Pada tahun yang sama, Hj Nurbayah dan timnya pun dipercaya kembali menyajikan menu masakan khasnya untuk tamu VIP, Paspampres, dan Peserta Paskibraka usai menghadiri peringatan 17 Agustus 2008 di Istana Negara, Jakarta. “Menu yang saya hadirkan sayur asam iga, pepes patin, sayur urap, dan tidak ketinggalan rempeyek kacang,” ujarnya sembari tersenyum.

Kendati telah mampu menyajikan masakan di Istana Negara, tidak menjadikan Hj Nurbayah berpuas diri. Ia mengaku terus berupaya mengembangkan kemampuannya mengolah makanan. Bukan hanya makanan Indonesia, tetapi juga menu makanan dari berbagai negara lain. Mulai dari Chinese, Jepang hingga Korea.

“Dalam berbagai kesempatan, saya juga belajar cara menghidangkan makanan dari berbagai restoran dan hotel terkenal, baik di tanah air maupun luar negeri. Saya banyak bertanya dan belajar,” ucapnya.

Dalam menghadirkan layanan catering, Nurbayah punya kiat tersendiri. Ia selalu mengupayakan hadir mengawasi acara yang menggunakan jasa cateringnya. Meski sudah dibantu beberapa karyawannya, Nurbayah tak segan turun ke dapur untuk memastikan komposisi bumbu, mencicipi masakan hingga penyajiannya. Nurbayah kini mempekerjakan 8 koki dan puluhan karyawan freelance yang akan turun saat dirinya mendapatkan pesanan catering.

Dalam waktu dekat, perempuan paruh baya ini berencana untuk membuka outlet restoran baru di tengah kota Samarinda. Itu dilakukan sebagai jawaban atas permintaan pelanggan yang ingin mencicipi menu khasnya tanpa harus ke kawasan Kadrie Oening. Namun, untuk sementara, restorannya juga menyediakan layanan pesan antar, sehingga masakannya dapat diantar ke rumah pelanggan.

Nurbayah pun mengaku telah menjadi nasabah BCA sejak memulai usaha catering, karena sebagian besar pasokan bahan baku yang dibutuhkannya diperolehnya dari supermarket besar di Jakarta dengan pembayaran lewat BCA. Pelanggannya pun seringkali langsung mentransfer pembayaran pesanan catering melalui rekening BCA.

“Di restoran, saya juga menyediakan mesin EDC buat pengunjung yang ingin membayar menggunakan kartu. Bagi saya, BCA selalu memberikan pelayanan terbaik, bahkan saya merasa kami layaknya keluarga,” paparnya.

Kendati telah mendapat pengakuan dan memiliki usaha yang cukup besar, Nurbayah mengaku dirinya juga tak lantas mengedepankan sisi keuntungan. Baginya usaha ini dijalankan dengan keikhlasan dan ibadah untuk memberikan kebaikan bagi pelanggan maupun orang-orang di sekitarnya.

“Buat saya, menjalankan usaha ini juga amal ibadah dan untuk bisa menolong sesama,” ujarnya, sembari tersenyum.

Alamat : Jl.KH.Ahmad Dahlan no.13,Samarinda 75117

Source Pegimakan.id Trimbunnews
Comments
Loading...