pegimakan.id

Sensasi Mantap Warung Panghegar Kuliner Kota Bogor

Warung Panghegar ini letaknya di pasar stasiun Bogor. Begitu keluar stasiun, belok saja ke kanan, lalu jalan di tengah lapak-lapak pedagang pasar. Setelah melewati beberapa lapak buku bekas dan kios payung di sebelah kiri maka anda akan menemukan sebuah lapak tempat makan yang terdiri dari empat meja panjang beserta bangku-bangku dari kayu, itulah warung “Panghegar.”

Warung ini sebenarnya hanya menyediakan menu utama berupa nasi panas dan lauk yang terdiri dari ikan air tawar seperti mujair, gurameh, bawal dan juga lele ikan-ikan itu bisa anda santap dengan pilihan digoreng atau dipepes. Tak tahu kenapa, tapi saya selalu merasa bahwa ikan-ikan yang dipepes di sini selalu terasa segar dan crunchy serta gurih untuk yang digoreng.

Selain menu utama, sebagaimana layaknya warung sunda, lalapan juga tersedia lengkap, semuanya selalu terlihat hijau dan segar. Kalau timun dan kemangi tak perlulah saya ceritakan lagi, tapi cobalah lalapan khas sunda yang mungkin sudah jarang ditemukan seperti daun pohpohan, putat dan tespong. Biarpun sama-sama dedaunan, tapi masing-masing punya rasa yang berbeda. Daun pohpohan jika dikunyah terasa wangi dan semriwing seperti daun mint, putat rasanya agak bergetah seperti daun mete dan tespong bentuknya memanjang seperti seledri dan terasa segar jika dimakan.

Jangan pernah lupakan Sambalnya yang Luar biasa enaknya tapi juga waah  pedasnya. Sambal ini terbuat dari cabai merah mentah, tomat dan terasi yang disajikan di atas cobek. Sambal biasa sebenarnya tapi entah kenapa bisa seenak dan juga sepedas itu. Sejumput kecil sambal dipadu nasi panas bisa membuat keringat mengucur deras di dahi dan pipi tapi tak lantas bisa membuat berhenti menyantapnya.

Tahu dan tempe di warung ini  juga memiliki rasa yang berbeda. Kedelainya seperti kedelai pilihan yang membuat tahunya empuk kenyal dan tempenya padat digigit. Jangan coba-coba menanyakan apakah tahu dan tempe masih ada di atas jam sepuluh siang karena saya jamin pasti mamang-mamang penjualnya akan bilang “sudah habis!.”

Untuk porsinya, nasi yang diberikan ukurannya di atas standar warung makan pada umumnya. Buat saya yang biasa makan dengan porsi besar tentu saja hal ini menjadi poin plus. Harga porsi makan di sini juga masih lebih murah dibanding rumah makan sunda kebanyakan.

Warung ini buka setiap hari dari jam enam pagi sampai sore, tapi saya menyarankan anda untuk datang lebih awal atau anda akan kehabisan beberapa pilihan menu. Warung ini selalu ramai, bahkan pengunjung kadang sampai rela berdiri untuk menunggu bangku kosong yang ada.

Mungkin terdengar agak berlebihan dan overrated, tapi bagi saya warung “Panghegar”  sampai saat ini masih saya nobatkan sebagai warung makan sunda paling enak sedunia! Jika anda tidak sepakat tapi belum mencoba, silahkan coba dulu makan di sini, baru setelah itu kita coba diskusikan lagi kemudian. Semoga akhirnya anda sepakat dengan saya.

Source Pegimakan.id Pengelana Bumi
Comments
Loading...