pegimakan.id

Soto Ambengan Kuliner Khas Surabaya

Pemilik Soto Ambengan

Wajah pria berkemeja biru dan berkacamata ini menjadi ikon tempat makan dengan banyak cabang di Indonesia. Soto ayam yang ia tawarkanpun berbeda dengan soto ayam biasa. Pasalnya, sajiannya telah mendapat pengakuan sebagai jajanan kaki lima terbaik dunia.

Pak Sadi, pria di foto tersebut, mengawali usahanya dengan menjajakan soto ayam berkeliling. Sekitar tahun 1971, ia berjualan di Jalan Ambengan, Surabaya. Inilah cikal bakal nama ‘soto ayam Ambengan’.

Bisnisnya sukses dan meraih banyak pelanggan hingga penjual soto lain turut menggunakan kata ‘Ambengan’. Agar berbeda, Pak Sadi, mendaftarkan nama ‘Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli’ sebagai merek dagang yang dilindungi hak patennya.

Kini, soto ayam Pak Sadi tak lagi dijual di gerobak, melainkan di restoran ber-AC. Bahkan, usaha yang sudah berumur 40 tahun lebih ini berada di puncak kategori Street Food Masters of the Year pada World Street Food Congress 2013 di Singapura, mengalahkan jajanan kaki lima lain dari berbagai negara.

Salah satu cabangnya berada di Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Bangunannya bertingkat tiga dengan cat merah marun. Bagian dalam restoran cukup luas dengan bangku dan meja panjang. Di setiap meja tampak wadah koya, sambal, keranjang isi aneka kerupuk, dan pelengkap lainnya.

Selain menu a la Jawa Timur seperti soto ayam, soto Madura, dan rujak cingur, ternyata tempat makan ini juga menyediakan masakan China seperti fu yung hai dan ang sio tahu. Pilihan minumannya mulai dari teh dan kopi instan, jus, es buah, hingga jamu.

Tentu saja, kami tak mau melewatkan soto ayamnya yang tersohor. Kami memesan dengan pelengkap jeroan dan daging (Rp 32.000). Hidangan inipun hadir dalam mangkuk yang cukup besar. Kuahnya kuning pekat dengan irisan halus seledri serta ditaburi koya atau remah kerupuk udang yang menjadi ciri khasnya.

Kuahnya yang hangat terasa nikmat di lidah dengan jejak rasa kunyit. Asinnya cukup, sehingga kami tak perlu menambahkan apa-apa lagi. Di dalamnya terdapat potongan daging ayam kampung, daging sapi, ati-ampela, telur rebus, dan suun. Nasi dan kerupuknya bisa dipesan terpisah.

Masih ingin menikmati nostalgia hidangan Jawa Timur, kami memesan tahu campur (Rp 32.000). Hidangan ini tampak meriah karena berisi irisan tahu putih, selada, mie kuning, tauge, daging sapi, dan perkedel singkong. Di atasnya diberi kerupuk. Kuahnya yang encer dan berwarna cokelat gelap menyebar manis dan aroma khas petis saat dicicip. Saat dikunyah, daging sapinya yang bercampur lemak terasa sangat empuk. Rasa kunyit yang kuat terdeteksi dari perkedel singkongnya.

Seakan kurang puas dengan dua hidangan serba kunyit tadi, saya memesan minuman tradisional kunyit asam (Rp 10.000). Jamu berwarna kuning ini dikemas dalam botol plastik kecil. Sebelum diminum, tuang dulu ke gelas berisi es batu. Slurp… Manis, segar, dengan aroma kunyit yang unik!

Wajar saja Soto Ayam Ambengan Pak Sadi Asli terpilih sebagai Street Food Masters of the Year nomor satu dunia. Soto ayamnya memang terbukti enak. Yuk mampir ke sini untuk mencicipinya.

Alamat

Jl.Ambengan No 3 A Surabaya

Hari ini buka 09.00–21.00

(031)5323998

Sumber info : www.detik.com

pegimakan.id
Comments
Loading...