pegimakan.id

Warung Nasi Bungkus Bu Poer, Tempat Kuliner Strategis di Banyuwangi

Siapa yang tidak suka dengan nasi bungkus? Selain praktis dan murah, nasi bungkus menjadi solusi ketika sewaktu-waktu kelaparan menyerang.

Nah jika melancong ke Banyuwangi, Jawa Timur, tidak ada salahnya anda mencoba nasi bungkus bu Poer yang berada di tengah kota Banyuwangi, tepatnya di Jalan PB Sudirman atau utara simpang lima Banyuwangi.

Dengan lokasi strategis di pinggir jalan dan buka mulai jam 7 pagi hingga 9 malam, warung nasi bungkus bu Poer pas menjadi tempat makan mulai sarapan, makan siang hingga makan malam.

Selain itu tempatnya yang nyaman dan bersih, cocok untuk sekadar nongkrong bersama keluarga, kerabat dan sahabat.

Nasi bungkus favorit yang banyak dipesan adalah nasi bungkus sambel ijo. Harganya cukup terjangkau hanya Rp 5.000 per porsi, anda sudah mendapatkan nasi hangat dengan suwiran ayam goreng dengan sambal ijo yang pedas dibungkus menggunakan daun pisang.

Selain itu ada empat jenis nasi yang bisa dipilih, ada nasi jagung, nasi putih, nasi gurih (uduk), dan nasi merah. Cara membungkusnya pun unik yaitu di bentuk seperti gunungan atau kerucut, agar lebih mudah saat dikonsumi.

“Jika mau tambah lauk juga boleh ada macam-macam mulai tahu fantasi, ikan laut, telur dadar, oseng-oseng mercon dan berbagai jenis sayuran. Harganya beda-beda tapi sangat terjangkau,” kata Purnomowati (65)

Perempuan yang akrab di panggil bu Poer tersebut, mengaku sudah dua tahun ini mengelola warung tersebut dan sudah memiliki langganan tetap termasuk wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

“Banyak yang ke sini mulai dari orang luar kota sampai bule-bule. Ada yang makan sini, ada juga yang pesen nasi bungkus dibawa pulang. Ya, yang favorit ya nasi bungkus sambal ijo,” jelasnya.

Ia juga bercerita, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas beberapa kali mengajak keluarganya untuk makan di tempatnya.

“Kalau bu Dani, istrinya pak Anas sukanya pesan nasi merah. Sering sekali. Kalau nggak ke sini langsung, ya biasanya nyuruh orang buat belikan,” katanya.

Untuk menjaga rasa menu di warungnya, bu Poer sendiri yang langsung turun tangan ke dapur untuk memasak. Biasanya, dia memasak pada pagi hari untuk menu sampai siang dan pada sore hari untuk menu hingga malam hari. “Biar fresh,” katanya.

Bukan hanya nasi bungkus, warung bu Poer juga menyediakan nasi gudeg yang rasanya tidak jauh beda dengan tempat asalnya yaitu Yogyakarta.

Bu Poer mengaku sengaja memilih nasi gudeg sebagai salah satu menu andalannya karena suaminya asli Yogyakarta dan dia sendiri pernah tinggal di Yogyakarta.

Comments
Loading...