Enaknya Makan Di Warung nasi Cilacap Jawa Tengah

Warung nasi

 

Warung nasi yang satu ini justru tampil sangat sederhana. Namun, pilihan lauk-pauk gaya rumahannya bisa bikin lidah ketagihan! Ada telur dadar keriting, ikan goreng, perkedel, cumi, dan sambal terasi yang makin enak saat disuap oleh nasi putih hangat!Setiap kali melintas di depan sekolah Perancis yang terletak di Jl. Cipete Dalam Iada yang membuat saya selalu tergelitik rasa penasaran. Warung nasi mungil yang ada di sisi jalan tersebut tampak selalu ramai diserbu oleh pembeli lokal maupun para bule. Hmmm… pastinya makanannya lumayan enak! Di bagian depan warung tampak spanduk sederhana melambai-lambai tertiup angin. ‘BSMWarung Nasi Cilacap’ begitulah tulisan yang tertera di spanduk tersebut. Layaknya warung nasi pada umumnya di bagian depan warung terdapat sebuah etalase kaca tempat menaruh berbagai hidangan

dalam wadah-wadah. Siang itu pengunjung yang bersantap cukup ramai. Rupanya selain hidangan yang dibungkus pulang para pembeli bebas mengambil dan memilih sendiri lauk-pauknya. Seperti warung nasi umumnya, lauk tinggal dipilih dan ditunjuk dan dilaporkan pada ibu penjaga untuk dihitung. Untuk nasi ditaruh dalam wadah termos besar agar tetap selalu hangat. Layaknya warung nasi bergaya rumahan lainnya masakan yang disajikan pun khas rumahan. Mulai dari ikan goreng, perkedel, tempe, tahu, cumi, tumis tauge, ayam goreng,tumis pare, oseng buncis, udang goreng, dll. Yang istimewa dan khas di warung ini adalah telur dadar keriting yang jarang dijumpai di tempat lain.   Jauh dari kesan mewah, warung yang satu ini tampil sederhana Tak jauh berbeda dengan tampilan warung tegal alias warteg namun ditata apik sehingga tampil bersih.Mungkin mengingat karena sebagian pengunjungnya adalah bule. Di dinding ditempel foto-foto pengunjung baik lokal, bule, hingga para artis. Deretan meja kayumemanjang ditaruh menempel dinding, sedangkan ruangan ber-AC dipisahkan oleh sekat kaca.

Sepiring nasi putih saya lengkapi dengan seporsi telur dadar keriting, tempe, udanggoreng, ikan goreng dan tumis tauge. Wah udangnya berukuran cukup gendut dan ditusuk dengan lidi seperti satai. Rasanya gurih garing dan makin enak saat dicocol dengan sambal terasi yang membuat titik-titik keringat segera bermunculan huah… pedas-pedas enak.Telur dadarnya memang juwara berukuran cukup tebal dan membentuk kriwil-kriwil keriting yang enak dan khas. Telur dadar khas warteg atau warnas ini biasanya memang dikocok dengan sambal terasi lalu digoreng dengan minyak panas (biasanya jelantah) dan banyak sehingga terbentuk renda-renda keriting di kelilingnya. Rasa garing renyah dan gurih pada ‘renda-renda’ ini yang bikin orang ketagihan.

Irisan cabai pada telur ini membuat rasanya agak sedikit pedas sangat cocok dipadukan dengan tumis tauge. Sedangkan tempe digoreng kering dandikerat-kerat dibagian permukaannya nyam…nyam gurih enak! Tahu isi sayuran yang masih hangat pun tersedia di piring di atas meja. Bisa dimakan dengan cocolan sambal yang pedas menggigit!Ikan emas goreng yang berukuran mungil juga gurih enak. Bagian kulit hingga bagian dalam perutnya kering renyah. Aroma bawang putih pun terasa kuat hingga ke bagian dalam ikan ini. Apalagi yang ini masih hangat mengepul. Pilihan lain yang tersedia ada ikan lele goreng dan gurami goreng. Secara keseluruhan hidangan di warung nasi ini cukup enak meski sayang nasinya sedikit terasa pera alias keras. Apalagi saat membayar ternyata untuk kesemua hidangan yang saya santap tak lebih dari Rp 30.000,00. Rasanya lain kali saya pun tak keberatan untuk kembali ke warung BSM untuk menikmati menu-menu lainnya yang belum sempai dicicipi!

Source food.detik.com
Comments
Loading...