Baegopa Cafe, Tempat Kuliner Kwalitas Tetap Terjaga di Malang

Baegopa adalah salah satu cafe untuk makan asyik di Kota Malang. Dari namanya, Artebian mungkin sudah banyak yang langsung membayangkan kalau cafe ini mengusung tema Korea. Yup, nggak salah sih, karena Baegopa sendiri adalah bahasa Korea yang artinya: lapar.

Tapi, jika dibandingkan dengan cafe Korea di Malang yang pernah saya kunjungi sebelumnya, Dak Galbi, menu-menu di Baegopa ini nggak se-Korea Dak Galbi. Saat pertama kali saya memantau daftar menunya, makanan-makanan di Baegopa ini malah bisa dibilang bukan makanan khas Korea, cenderung lebih ke menu makanan olahan ayam ala Western, sehingga sepintas nggak ada bedanya dengan menu-menu cafekekinian.

Tapi tunggu dulu . Artebian! Hihihi. Selain jenis makanannya nggak terlalu banyak, harga makanan di Baegopa ini bisa dibilang cukup mahal untuk ukuran kantong pelajar atau mahasiswa. Tapi, pepatah Jawa “Ada harga, ada rasa” tampaknya dipegang teguh oleh Baegopa, karena rasa dan porsi makananannya ternyata berbanding lurus.

Semua menu makanan di Baegopa berbahan dasar ayam. Awalnya, saya ingin memesan satu menu untuk saya, dan satu menu lagi untuk adik saya yang menemani saya makan di Baegopa saat itu. Namun, adik saya menyarankan, kalau nggak terlalu lapar, lebih baik memesan satu menu untuk berdua saja karena porsinya banyak jika dimakan sendirian oleh perempuan.

Karena saat itu saya memang nggak terlalu ‘baegopa’, jadi daripada mubazir akhirnya saya pun memesan menu best seller di Baegopa: chicken neon, yang terdiri dari 200 gram daging ayam yang disiram dengan saus keju plus kentang goreng, wortel, buncis, dan taburan-taburan rempah seperti oregano. Untuk snack, saya memesan onion ring, dan untuk minumannya, saya memesan ice tea reguler.

Tadaa! Pelayanan di Baegopa ini nggak lama ternyata. Pesanan saya datang nggak sampai sepuluh menit saya duduk. Ice tea datang lebih dulu, menyusul kemudian chicken neon, lalu onion ring-nya. Bismillahirrohmanirrohim, mari makan.

Chicken Neon

Uwaaah! Nggak salah kalau menu ini didapuk sebagai menu best seller, karena memang rasanya enak sekalii! Daging ayam tanpa lemak digoreng krispi dengan tepung nugget berpadu dengan saus keju kental berwarna oranye, plus saus tomat dan saus cabe dalam sachet yang tersedia di setiap meja.

Disusul dengan kentang goreng, wortel, dan buncisnya. Klop sudah lazisnya! Jelas sekali perbedaan menu Baegopa dengan cafe lain, makanan di Baegopa nggak dimasak dengan asal-asalan. Chicken neon Baegopa is highly recommended.

Lokasi Baegopa Suhat memang sedikit nyelip di sebelah cafe susu. Tapi dalamnya cukup asyik juga untuk makan dan nongkrong. Baegopa Suhat ini nggak terlalu besar, tapi ada dua lantai. Toilet di lantai dua dan ada musala di lantai bawah. Ada juga ruangan ber-AC yang bebas rokok, dan ruangan bebas rokok di lantai atas.

Di Malang, cafe yang sampai bisa mendirikan cabang bisa dikatakan sebagai cafefavorit. Dulu, sekitar tahun 2010 ketika saya masih kuliah di Malang, Baegopa setahu saya bahkan belum punya tempat sendiri. Dia masih ‘nebeng‘ dengan tempat makan lain di sekitar belakang UM. Namun, semakin lama Baegopa semakin melebarkan sayapnya. Setelah berhasil mendirikan resto sendiri di Jalan Mundu (dekat Plaza Dieng), Baegopa pun mendirikan cabang di wilayah Kendalsari (Jalan Suhat).

Tak dipungkiri, semakin hari, cafe di Kota Malang makin menjamur dengan mengusung berbagai konsep. Akan tetapi, meski banyak cafe baru bermunculan di kota dingin ini, tak sedikit pula cafe yang harus tutup karena sepi pengunjung. Mungkin karena manajemen pengelolaan cafe yang kurang matang, atau faktor-faktor lainnya yang menyebabkan cafe tidak mampu bersaing. Baegopa, menurut saya adalah salah satu cafe di Kota Malang yang berhasil survive dalam mengelola bisnisnya.

Source Pegimakan.id http://www.artebia.com
Comments
Loading...