Bebek Ali Borromeus, Tempat Kuliner Kaki Lima Populer di Bandung

Di Bandung ada banyak pilihan kuliner kaki lima yang menarik untuk dicoba. Salah satu yang sangat populer adalah Bebek Ali Borromeus, atau sering juga disebut Bebek Borme. Ali merujuk pada nama sang pemilik warung, sementara Borromeus adalah nama rumah sakit yang menjadi penanda lokasi warung kaki lima ini.

Pak Ali, yang seorang perantau dari Lamongan, mengawali usahanya ini dari tahun 2002. Perjalanannya tak mulus dan sempat mengalami beberapa kali kegagalan. Kegigihannya itu tak percuma karena kini Bebek Borromeus telah menjelma menjadi salah satu ikon kuliner di kota Bandung.

Sebuah warung makan kaki lima takkan bisa demikian terkenal jika tidak menawarkan produk yang benar-benar berkualitas dan bisa lekat di ingatan konsumen. Faktor harga mungkin turut berpengaruh, namun nomor satu tetaplah kualitas makanan itu sendiri.

Kuliner adalah kegiatan rekreasional dimana orang biasanya mencari kepuasan batin. Untuk mendapatkannya, tak sedikit orang yang rela merogoh kocek lebih dalam. Kebetulan Bebek Ali Borromeus menawarkan dua keuntungan, hidangan yang lezat dan harga terjangkau. Menu andalannya apalagi kalau bukan bebek goreng.

Bebek goreng Borromeus dikenal empuk dan tidak bau amis. Teknik pengolahan daging bebek yang prima juga membuat bumbunya bisa betul-betul meresap ke dalam daging. Secara tampilan memang tidak istimewa, seperti umumnya hidangan kaki lima yang lain.

Bebek goreng disajikan dengan sepiring nasi putih, lalapan, dan sambal. Sambalnya tak terlalu pedas, sehingga tidak akan menutupi citarasa asli bebek gorengnya. Selain bebek, tempat ini juga menyediakan menu lain seperti lele, ayam, dan burung dara goreng.

Menurut sang pemilik warung tenda ini Ali Renaldi (39), rahasia lembut dagingnya ada pada perebusan daging. Saat direbus bebek pantang ditinggal pergi. “Harus ditunggu agar empuknya pas dan daging tidak hancur,”ujarnya.

Selain dagingnya yang enak banget, sambalnya juga tidak kalah bikin selera makan anda bertambah. Untuk bumbu, tak ada yang khas. Seperti warung bebek lainnya, bumbu yang dipakai adalah bawang putih, bawang merah, kemiri. dan ketumbar. Cuma, takarannya saja yang berbeda dari warung lain.

Untuk makan di tempat ini memang kita harus bersabar, karena memang antri banget sebelum kecewa datang jauh tapi tak bisa langsung dapat tempat duduk, maka ingatlah satu hal. Kunjungi kedai ini di luar jam sibuknya yang antara pukul 17.00 dan 20.00. Meski tempat duduk lumayan banyak, 75 kursi, namun pada jam sibuk tersebut bisa saja semua kursi terisi.

Ali menggunakan bebek muda berumur tiga sampai empat bulan. Akan makin nikmat jika bebeknya adalah bebek petelur yang sudah lewat masa emas bertelurnya. Apkir istilahnya. Dagingnya lebih padat dan kadar airnya sedikit. Dimasak seempuk apa pun dagingnya tak susut sepertii bebek muda.

Mengenai harga jangan khawatir, dijamin harganya tidak perlu merogoh kocek yang perlu dalam. Untuk harga bebek goreng hanya Rp.17.000. Bagi anda yang tidak suka bebek, di sini juga ada Ayam goreng yang di banderol Rp. 9000. Selain itu ada juga tambahan lauknya seperti tahu, tempe dan lele goreng.

Bebek Borromeus buka dari jam 5 sore hingga malam hari. Baru buka saja biasanya tempat ini sudah diserbu pembeli. Lepas maghrib atau memasuki jam makan malam suasana akan makin ramai. Untuk warung tenda, Bebek Borromeus sebenarnya menyediakan tempat yang cukup luas. Hanya saja warung ini jadi terkesan sempit karena pengunjungnya selalu banyak. Saking populernya, kadang wisatawan manca negara yang berkunjung ke Bandung ingin turut mencicipi kelezatan sajian kaki lima di Bebek Borromeus.
Buka: 17.00 – habis

Lokasi: Jl. Hasanuddin 8, Bandung. Dekat RS Borromeus

Source Pegimakan.id www.kabarkuliner.com
Comments
Loading...