Becek Kerbau Yanto Ganjar Bikin Ketagihan

Becek Kerbau Yanto Ganjar Bikin Ketagihan

Kuliner yang satu ini memang sudah tak asing lagi bagi telinga warga Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Mereka akrab menyebutnya ‘becek’. Entah sejak kapan masakan ini tercipta. Konon nama becek dipilih lantaran kuahnya membanjiri piring atau mangkuk yang disajikan. Di sejumlah pedesaan di wilayah Kabupaten Grobogan, becek menjadi jamuan yang lazim dihidangkan saat acara hajatan. Umumnya, makanan berkuah ini mengidentikkan olahan daging sapi sebagai senjatanya.

Di Kecamatan Purwodadi, Grobogan tepatnya di jalan raya Purwodadi – Blora km I, tak jauh dari bundaran Getas berdiri sebuah warung makan unik yang patut diapresiasi. Di tengah menjamurnya warung kuliner yang menjajakan becek, sang owner, Daniyanto, berani tampil beda dengan menyulap olahan daging kerbau sebagai santapan utama becek. Warung makan ini dinamai “Warung Sedap Yanto Ganjar“.

Yanto Ganjar sendiri merupakan nama beken Daniyanto dengan menyisipkan nama ayahnya, Ganjar, yang cukup dikenal luas di kampung halamannya di Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan. Kesohoran becek kerbau Yanto Ganjar tak hanya sekadar bualan belaka. Para pejabat kelas bawah, menengah hingga teratas di Kabupaten Grobogan sudah menjadi pelanggannya. Lakon utama “Jejak Si Gundul” pogram petualangan sebuah stasiun televisi swasta di Indonesia juga sempat mencicipi becek kerbau Yanto Ganjar. Fotonya terpajang di dinding warung.

Hasil gambar untuk Becek Kerbau Yanto Ganjar Bikin Ketagihan

Bisnis kuliner ini digeluti oleh Yanto setelah ia memutuskan mundur sebagai karyawan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta pada 2011. Yanto yang hobi memasak sejak remaja itu selanjutnya beralih untuk menjajaki bisnis kuliner pada 2012. Awalnya, Yanto berburu resep-resep masakan tradisional di pelosok-pelosok desa mulai dari Grobogan hingga Kudus. Sampai akhirnya, ia memilih olahan daging kerbau mendominasi menu di tempat usahanya, di antaranya sate, soto, gule, tongseng dan becek.

Becek balungan kerbau dan iga kerbau pun menjadi suguhan andalan di warung sederhana milik Yanto. Daging kerbau sendiri disasar Yanto lantaran masakan olahan kerbau jarang ditemui di Kabupaten Grobogan. Daging kerbau sengaja diunggulkan untuk membedakan becek di warungnya dengan warung lain. Dengan kata lain, ini merupakan strategi bisnis Yanto agar mudah dikenal masyarakat. Terlebih lagi, Yanto meyakini daging kerbau lebih sehat disuguhkan karena minim kolesterol dibandingkan daging sapi atau kambing. Yanto menuturkan, racikan becek kerbau yang diolahnya tidak jauh berbeda dengan becek pada umumnya. Hanya saja, ada bumbu rahasia yang membuat becek kerbau miliknya mengantongi tempat tersendiri di hati pelanggan. Satu di antaranya dengan menambahkan “daun dayakan” sebagai pelengkap. Daun dayakan diperoleh dari kawasan perhutanan di Kabupaten Grobogan.

Hasil gambar untuk Becek Kerbau Yanto Ganjar Bikin Ketagihan

Setiap hari Warung Sedap Yanto Ganjar mampu menjual 15 kilogram balungan dan iga kerbau serta 10 kilogram daging kerbau. “Saya bersama istri dan anak sering makan di sini. Becek kerbaunya bikin ketagihan. Kuahnya seger dan mantap. Dagingnya juga empuk meresap bumbunya. Rugi deh kalau ke Purwodadi tidak mencobanya,” kata seorang pembeli, Susanto Joko (35), warga Jetis Tanggul, Purwodadi. Becek balungan kerbau dibanderol Rp 17.000 per porsi, becek iga kerbau Rp 25.000 per porsi, tongseng kerbau Rp 25.000 per porsi, gule kerbau Rp 17.000 per porsi, soto kerbau Rp 22.000 per porsi dan sate kerbau Rp 22.000 per porsi.

Source https://www.kompas.com https://travel.kompas.com/read/2017/04/27/162400827/becek.kerbau.yanto.ganjar.siap-siap.bikin.ketagihan.
Comments
Loading...