Bersantap di Sofia, Restoran Bergaya Neoklasik di Senopati

Resto Sofia ini berlokasi di kawasan elit Senopati, tepatnya Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan, Sofia adalah salah satu restoran pendatang baru di Ibukota yang menawarkan pengalaman kuliner bintang lima. Layaknya restoran berkelas, Sofia memberlakukan dresscode yang mengharuskan pengunjungnya berpakaian formal. Bercelana pendek dilarang, sementara itu, pria wajib memakai kemeja atau blazer dan jas.  Jika tak sesuai dresscode, resepsionis atau penerima tamu tidak segan menegur dan melarang masuk namun tentunya dengan cara yang halus.

Tampak pilar-pilar marmer gelap dengan semburat keputihan berbingkai panel emas menopang langit-langit restoran yang tinggi. Dinding kayu berhiaskan panel geometris juga hadir di beberapa sisi sehingga meninggalkan kesan hangat.

Tapi yang menjadi primadona arsitektural di restoran ini adalah deretan jendela-jendela tinggi berataskan kurva yang membuat suasana terasa dramatis. Interiornya pun menawarkan pesona tersendiri. Sofia menempatkan para tamunya di meja kayu dan kursi dengan bantalan berbahan beludru nan chic. Setiap meja dilengkapi lampu meja bernuansa keemasan.  Suasana yang ditawarkan membuat Anda seolah sedang menikmati jamuan malam bersama Jay Gatsby di sebuah restoran mewah dalam film ‘The Great Gatsby’ (2013) yang diperankan oleh Leonardo Dicaprio. Bagaimana dengan hidangannya? Sofia menawarkan pilihan menu makanan dan minuman yang cukup variatif. Tidak hanyawestern food, tapi juga asian food, khususnya dari negeri sendiri, Indonesia, dengan presentasi bergaya barat.

Hasil gambar untuk MENU Resto Sofia

Kale Caesar Salad dan Octopus A’La Jilo. Kale adalah salah satu jenis sayuran yang masuk dalam kategori ‘superfood’ karena kandungan gizinya yang berlimpah. Namun sayang, rasanya sangat pahit sehingga terkadang kurang bersahabat untuk lidah yang sudah terlalu sering dimanjakan dengan rasa manis dan asin. Beruntung chef Sofia berhasil menyiasati rasa pahit kale untuk menu salad tersebut.

Hasil gambar untuk MENU Resto Sofia

Kale hadir dengan baluran lelehan keju parmesan yang creamy dengan tambahan telur mata sapi setengah matang serta taburan smoked beef cincang dan cacahan walnut manis yang renyah. Sebuah keseimbangan rasa yang pas dalam satu piring!  Octopus A’La Jilo juga tidak mengecewakan. Daging cumi dihidangkan dengan saus kecokelatan yang terbuat dari wine, bawang putih, dan basil. Perpaduan aroma bahan-bahan tersebut sukses menggugah selera makan begitu pula rasanya. Perasan jeruk lempon dan potongan daun arugula semakin menambah kelezatan menu pembuka ini.

Hasil gambar untuk MENU Resto Sofia

Menu pembuka juga ditemani oleh sebakul roti mini yang merupakan hidangan complementary dari Sofia bagi setiap tamu.  Tiba saatnya menikmati hidangan utama.Steak “Elders” Beef Chuck dan Iga Bakar Sambal Matah. Sesuai namanya, steak merupakan daging chuck yang diambil dari sekitar area leher dan punggung sapi. Untuk menu ini, Sofia menggunakan daging sapi lokal yang telah didiamkan selama 28 hari. Dimasak medium-well, daging terasa empuk. Melengkapi hidangan tersebut, potogan wortel, saus butter dan pommes. Tapi sayang, Iga Bakar Sambal Matah kurang begitu mengesankan. Bukan karena kualitas atau rasa dagingnya, melainkan nasi yang dihidangkan dalam kondisi dingin dan agak keras sehingga mengurangi kenikmatannya.

Hasil gambar untuk MENU Resto Sofia

Seperti yang sudah disebutkan, Sofia juga menawarkan pilihan menu minuman yang cukup beragam. Mulai dari pilihan wine, cocktail, hingga kopi dan jus. Begitu pula di jajaran dessertyang menyertakan Sofia Chocolate Cake dan Apple Crumble Mille Feuille sebagai andalannya.

Source https://wolipop.detik.com https://wolipop.detik.com/read/2016/07/21/151235/3258248/856/bersantap-di-sofia-restoran-bergaya-neoklasik-di-senopati
Comments
Loading...