Blue Doors Coffee Menikmati Ketidaksempurnaan

Blue Doors Coffee

Kutipan milik Yohji Yamamoto, seorang designer asal Jepang, itu terpampang di pintu Blue Doors Coffee yang memang berwarna biru. Bunyinya, “I think perfection is ugly. Somewhere in the things humans make, I want to see scars, failure, disorders, distortion.”. Inilah kedai dengan konsep rumah sesungguhnya, dimana kekurangan bukanlah hal yang harus ditutupi tetapi dinikmati.

Sebuah kedai kopi baru hadir di Bandung mulai pertengahan Juni lalu. Letaknya sedikit tersembunyi di Jalan Gandapura No. 61 yang tak padat kendaraan dan tanpa plang nama. Tetapi pengunjung bisa mengenali dari pintunya yang berwarna biru, nama kedainya pun Blue Doors Coffee. Pintunya nampak tua dengan bocel di sana-sini dan kaca dipenuhi tulisan mulai dari jam buka hingga kata mutiara di atas. Ruangannya memanjang tak begitu besar dan tak nampak seperti café (yang katanya) homey pada umumnya. Blue Doors Coffee membawa konsep rumahannya sendiri.

Hal tersebut direpresentasikan dengan sangat baik melalui interior Blue Doors Coffee yang bergaya vintage rustic industrial. Dindingnya dibiarkan setengah jadi, sebagian tanpa finishing memperlihatkan batu bata merah, kemudian ada pula yang kusam dengan bercak kekuningan bekas rembesan air tetapi dihias dengan sketsa mural artis Marilyn Monroe dan Audrey Hepburn. Bahkan semi-self service diberlakukan di sini. Kedai pintu biru ini menyediakan meja yang tempat beragam saus, garam, gula, hingga air mineral tersedia. Pengunjung yang membutuhkan bisa mengambilnya sendiri tanpa harus minta tolong pada pelayan. Café ini pun tak menyediakan wifi dan mendorong para pelanggannya untuk saling berinteraksi.

Hasil gambar untuk Blue Doors Coffee

Makanan bernuansa barat serta dessert-dessert cantik dan lezat juga tersedia di Blue Doors Coffee. Seperti carrot cake dilengkapi toping cokelat dan butterscotch sauce, terasa lembut, manis, namun tidak terlampau legit. Meski begitu, menu utama di sini adalah kopi. Ada banyak pilihan kopi dan yang paling diunggulkan adalah Hideo, yaitu racikan kopi Ethiopia Sadamo yang dicampur dengan Sumatera Aek Nauli. Kopi ini memiliki rasa bright, beraroma lemon juga floral, tapi ada percikan karamel dan cokelat sebagai penyeimbang. Bagi bukan penikmat kopi, Anda dapat memesan minuman ringan lain seperti jus ataupun smoothies.

Hasil gambar untuk Blue Doors Coffee

Aneka kopi di Blue Doors Coffee ini dibanderol Rp. 27.000 – Rp. 35.000, sedangkan menu lainnya dapat ditebus seharga Rp. 20.000 – Rp. 30.000. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 22.00. Untuk mencapainya bisa menggunakan angkot Riung Bandung – Dago kemudian turun di depan Jalan Gandapura (Pizza Hut Taman Pramuka/Jalan Riau) dan lanjutkan dengan berjalan kaki.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/blue-doors-coffee-menikmati-ketidaksempurnaan/
Comments
Loading...