Bu Eha, Ikon Warung Nasi Sunda Di Bandung

Bu Eha, Ikon Warung Nasi Sunda Di Bandung

Ini dia warung nasi yang sudah tersohor ke seantero negeri, Warung Nasi Bu Eha. Tempat makan khas Sunda ini sangat populer hingga sudah diliput oleh beberapa media ternama dalam negeri. Tak hanya kelezatan masakannya, tapi nilai sejarah pula yang melambungkan nama Warung Nasi Bu Eha.

Bu Eha kini sudah berusia lebih dari 80 tahun, tubuhnya sudah renta, badan sudah tidak tegap, dan kulit pun keriput. Namun takdir tersebut tak menahan kegesitannya dalam mengelola warung warisan sang ibu. Ia masih jago dalam hitung menghitung dan ketat mengawasi pekerjaan para karyawan yang juga sudah turun temurun ikut bersamanya. Bu Eha adalah generasi kedua, mengelola warung nasi tersebut sejak tahun 1960-an. Ibunya, Enok, mendirikan rumah makan sederhana itu pada tahun 1947 dan sempat tutup tahun 1948 akibat sang empunya harus ikut Long March Siliwangi dari Cirebon ke Yogyakarta akibat Agresi Militer Belanda II.

Pada saat itu ia menjabat sebagai Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Bu Eha mewarisi semua resep masakan dari sang Ibu. Beragam masakan sunda tersaji di sana, aneka pepesan, soto bandung, ayam dan ikan goreng, gepuk, hingga sayur kepala kakap. Sejak zaman baheula warung ini sudah terkenal, banyak tokoh negara makan di sana. Ir. Soekarno, Inggit Ganarsih, Guntur dan Guruh Soekarnoputra, hingga pejabat yang duduk ditampuk kekuasaan pun mau menelususri Pasar Cihapit untuk makan di Warung Nasi Bu Eha.

Warung Bu Eha menempati sebuah kios di dalam pasar tertua Bandung, yaitu Pasar Cihapit. Dari semua menu lezat yang berjajar di meja prasmanan, gepuk, pepes telur asin, sayur kepala ikan kakap, urap, dan soto bandung adalah serangkaian menu favorit para pengunjung. Tapi kesemua menu itu takkan lengkap tanpa sambel dadaknya. Ya, sambel yang dibuat dadakan diatas pengulekan batu itu juga salah satu yang tersohor dari Warung Nasi Bu Eha.

Pengunjung bisa menikmati masakan langsung di tempat sederhana itu dari hari Senin hingga Sabtu, pukul 6.30 – 16.00. Namun sering kali beberapa menu makanan habis jika Anda berkunjung di atas jam 12.00. Makan di warung legendaris ini harus menyiapkan budget setidaknya Rp. 15.000. Uang tersebut sudah bisa dipakai untuk membayar sepiring nasi dengan macam-macam lauk pauk dan minuman segar. Menuju Jalan Cihapit Anda dapat naik angkot jurusan Ledeng – Margahayu atau Dago – Riung Bandung dan turun di Jalan Cihapit.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/bu-eha-ikon-warung-nasi-sunda-di-bandung/
Comments
Loading...