Bubur Ase, Berkuah Semur Dihidangkan dengan Asinan

Bubur ase Bu Neh termasuk jajanan yang terkenal di Jakarta Pusat. Meskipun Bu Neh sudah tiada, anak-anaknya terpanggil untuk terus membuat kuliner lokal itu untuk melestarikan keberadaan racikan Sang Bunda yang berbeda dengan bubur asinan semur (ase) lainnya.

Buat yang tak biasa menyantapnya, bubur ase ibarat mengajak “perang rasa”. Singkirkan gambaran bubur ayam dari benak. Bubur ase jauh sekali dari cita rasa bubur ayam yang sama-sama berbahan dasar nasi lunak.

Lantaran rasanya yang unik, orang menyebut bubur ase nyeleneh. Wajar saja, Bu Neh dan penerusnya menjual makanan dari campuran bubur putih, ditambah asinan, dan berkuah semur.

Saat terhidang, bubur ase tampak terselimuti oleh kerupuk merah dan emping. Begitu Begitu kerupuknya disibak, bubur ase memperlihatkan bahan dasarnya berupa bubur nasi yang dibanjur dengan kuah semur yang agak encer. Sebagai pendamping, bubur ase Bu Neh tampak dilengkapi tahu dan potongan daging sapi semur.

Dengan paduan tersebut, bubur ase bercita rasa manis. Isian tahu dan potongan daging sapi memberi rasa gurih pada bubur ase.

Yang membuat bubur ase menarik untuk dicoba adalah campuran asinannya. Ada tauge, timun, sawi asin, dan lobak yang telah direndam dengan cuka garam dan gula yang membuat kumplit bubur ase Bu Neh.

Terbayang rasanya kan? Kuliner ini telah ada sejak 1968 di Jakarta, tepatnya di Jalan Kebon Kacang 3 Nomor 83, Jakarta Pusat. Bubur Ase bisa ditemukan sejak siang hingga malam. Sepiring bubur ase dihargai Rp 15 ribu.

Semenjak Bu Neh meninggal, penjualan bubur ase diteruskan oleh anak-anaknya, termasuk Yeni dan Heru. Mereka membuatnya berdasarkan pesanan.

Source https://gayahidup.republika.co.id https://gayahidup.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/pom6cq414/bubur-ase-berkuah-semur-dihidangkan-dengan-asinan
Comments
Loading...