Citarasa Khas Bebek di Lesehan Terang Bulan Malioboro,Jogja

Lesehan Terang Bulan Malioboro

Pernah dengar tentang lesehan ini? Yapp, lesehan yang terkenal dengan bebeknya (dan burung dara) ini terletak di Jl. Malioboro, buka setiap malam mulai pukul 21.00. Nah kan, perjuangan banget kan mau makan di sana.

Lesehan ini berada di trotoar sebelah timur Jl. Malioboro, kira-kira 10 menit jika jalan kaki santai dari Dagen, dan mungkin sekitar 15 menit jika berjalan dari Sosrowijayan ke arah selatan. Letaknya persis di depan toko batik Terang Bulan. Bener banget, nama Lesehan Terang Bulan diambil dari situ, sederhana kan?

Jadi, sepanjang hari toko batik itu beroperasi, sekitar pukul 20.30, gerobak-gerobak lesehan mulai berdatangan dan mereka mulai menata dagangan. Selama toko belum tutup, maka tikar dan meja belum digelar. Mereka merapikan meja, menyiapkan menu, wajan, dan lain sebagainya.

karyawan yang mulai bersiap-siap dan toko batik yang masih buka

Sekitar sepuluh menit sebelum pukul 9, karyawan toko mulai merapikan dan menutup tokonya. Inilah saatnya ‘pergantian shift’. Toko batik berganti menjadi lesehan bebek.

toko batik Terang Bulan yang mulai tutup

Betapa penuh toleransi ya, hihihiii

Tepat pukul sembilan, semua sudah siap. Tikar sudah digelar, meja sudah ditata. Dan sudah banyak yang langsung memenuhi trotoar. Wow, ternyata yang menunggu seperti saya dan teman-teman banyak juga ya

Langsung kesibukan memesan-menunggu-memakan dimulai, inilah dia beberapa penampakan kelezatan di sana:

es sirup (yang akan membuat anda ketagihan)

bebek bakar :’9

bebek goreng dan ati ampela (ayam) goreng

Bebeknya, entah bagaimana mengolahnya, rasanya sangat pas dan enak dan merata, dan empuk luar biasa! Tidak terasa terlalu asin atau terlalu berbumbu di luar namun anyep di bagian dalam. Tidak. Semuanya sangat pas dan merata (diulang lagi) hahaha.

Dan citarasa khasnya di sini yang membuat anda ketagihan. Berbeda dengan bebek-bebek lain ataupun warung bebek yang banyak cabangnya itu.

Selain bebek, tersedia juga menu burung dara dan ayam. Kalau burung dara saya belum pernah mencoba, karena alasan klasik, mahal. Kalau ayam, saya pernah mencoba cekernya, rasanya enak juga. Aduh sepertinya tidak ada yang tidak enak di sana!

Oiya, tersedia juga pete, kol (kubis) goreng, terong, ceker, kepala ayam bagi yang berminat.

Jadi, silakan penasaran!.

Source https://almaskaramina.wordpress.com
Comments
Loading...