Gatot, Si Legit Lezat dari Gunung Kidul,Jogja

Gatot

Kini Gunung Kidul tak hanya terkenal dengan beragam pantainya yang mempesona, namun kawasan pegunungan ini kini dikenal pula dengan aneka kuliner lezat yang tiada duanya. Gatot salah satunya. Meski berbahan dasar ketela, namun cemilan yang satu ini sangat legit di mulut. Manis, legit, murah dan mengenyangkan. Mulai penasaran? Tunggu apa lagi! Yuk segera intip informasi selengkapnya berikut ini!

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Gunung Kidul tanpa mencoba sensasi kelezatan gatot, sebuah makanan yang awalnya digunakan sebagai pengganti nasi. Kini, seiring berjalannya waktu, gatot menjelma menjadi salah satu camilan favorit banyak pihak. Termasuk warga di luar salah satu kabupaten cantik di Jogja ini. begitu populernya kuliner ini, sampai-sampai kini gatot ada di beberapa pasar tradisional di luar Gunung Kidul.

Sepadan dengan kelezatan yang ditawarkan, untuk membuat camilan yang satu ini diperlukan alokasi waktu yang cukup panjang. Pertama, setelah singkong dikupas lalu dikeringkan. Singkong yang telah mengalami proses ini dinamakan gaplek. Setelah itu, gaplek difermentasi hingga timbul jamur. Gaplek juga sengaja dihujan-hujankan untuk memperoleh corak warna hitam khas kuliner legit ini. Kemudian gaplek kering ini direndam satu atau dua malam hingga kenyal, cuci bersih lalu iris kecil sesuai selera. Terakhir campurkan gula merah lalu kukus bahan hingga matang. Angkat, sajikan hangat, lengkap dengan parutan kelapa. Untuk menambah rasa gurih, beri sedikit garam pada parutan kelapa. Menarik bukan? Jadi jangan lewatkan kuliner yang satu ini jika sedang berkunjung ke Gunung Kidul.

Camilan khas yang tradisional ini banyak dijual di berbagai objek wisata yang ada di Gunung Kidul. Namun demikian, seiring dengan perkembangan waktu, kini sudah tersedia gatot instan yang dijual di beberapa supermarket. Harga yang dipatok pun cukup murah hanya berkisar 10 hingga 20 ribu rupiah saja. Enak, murah dan mengenyangkan, itulah gatot! Bagi yang penasaran, segera coba saja kelezatan kuliner tradisional yang satu ini. Indonesia memang kaya, saatnya kita jaga warisan dan budayanya, termasuk kuliner yang satu ini bukan?.

Source http://yogyakarta.panduanwisata.id
Comments
Loading...