Hangatnya Ronde Di Depan Alun-Alun Kebumen Jawa Tengah

Nah, ngomongin soal ronde, uda pada tahu kan wedang jahe dengan aneka perintilan cem kacang goreng, irisan roti, indil-indil (kalau di bubur candil, ya itu yang bentuknya bola-bola), sama irisan kolang-kaling tipis ini? Yup, ronde emang identik dengan wedangan murah meriah khas anak tongkrongan di malam hari. Wedang di sini berasal dari Bahasa Jawa yang mengacu pada air minum panas. Ronde biasanya disajikan dalam mangkuk-mangkuk kecil yang kayak sajian sup miliknya orang-orang China. Rasa jahe yang pedes hangat inilah yang membingkai malam menjadi semakin syahdu dan menghangatkan.

Kalau jalan ke kota kebumen, kuliner yang wajib beli selain gembus ya ronde ini. Soalnya belum nemu rasa ronde yang pas selain yang ada di kampung halaman. Di Tangerang dekat tempat tinggalku sih ada, cuma belum cocok racikannya sama lidah. Kurang nendang kayak yang di Kebumen atau yang paling nyuss sih yang di depan alun-alun Prembun, deket pos polisi, cuma akhir-akhir ini sering ga ketemu sama yang jualnya

Diantara banyak elemen ronde yang ditenggelamkan dalam air jahe, aku paling suka sama kolang-kaling dan indil-indilnya. Kalau keceplus itu (terutama si indil-indil), rasanya kayak puas aja. Makceproott gitu hahah…mirip klepon lah cuma dia ga pake isian gula merah.Selain disantap hangat-hangat, ronde juga enak loh disantap dengan sensasi es, misalnya kalau pas ga abis ya sisanya kutaruh di kulkas. Begitu haus, buka lagi ehhh enak-enak aja loh diteguk dingin-dingin gitu.

Source http://wisatakuliner001.blogspot.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.