Kapurung Palopo Cak Geto

Kapurung Palopo Cak Geto

Penggunaan kata Cak sebagai awalan sebuah nama sangat identik dengan budaya Jawa Timur. Namun tidak dengan nama tempat makan di kawasan Jalan Pengayoman, Mamuju, Sulawesi Barat ini. Penggunaan kata Cak digunakan tak lebih demi menarik perhatian pelanggan. Sesuai dengan nama rumah makannya, Kapurung menjadi makanan utama yang disajikan dan dicari pelanggan di tempat ini. Kapurung yang ada di tempat ini memiliki aneka taburan seperti ikan, udang, dan ayam. Ikan yang digunakan sebenarnya tergantung dari hasil nelayan sekitar. Bisa saja yang digunakan adalah ikan lajang, cakalang, atau ikan berukuran kecil seperti teri yang biasa disebut mairo oleh orang lokal. Namun, di tempat ini, ikan mairo selalu tersedia demi kepuasan pelanggannya.
Kapurung yang disajikan dengan kuah kaldu ayam atau ikan ditambah berbagai jenis sayur seperti bayam, jagung, kacang panjang, dan jantung pisang itu semakin gurih dengan adanya campuran kacang tanah dalam campuran bumbunya. Bola-bola sagu menyerupai bakso di dalamnya membuat semangkuk kapurung cukup mengenyangkan. Jika kurang pedas dan asam, sambal serta irisan jeruk nipis mendampingi setiap porsi kapurung. Namun, bila ingin semakin meningkatkan rasanya, sambal mangga atau racca mangga dapat dipesan. Rasa asam mangga muda yang digunakan, tercampur dengan cabai, menjadikan setiap suapan kapurung semakin istimewa.
Selain kapurung, di tempat ini tersaji pula masakan khas Sulawesi seperti barobbo yaitu bubur yang terbuat dari jagung berisi sayuran seperti bayam dan labu. Untuk menambah kental, bubur jagung ditambah bubur nasi secukupnya. Ada pula masakan bernama parede yakni masakan ikan asam pedas. Asam masakan ini bukan berasal dari cuka atau asam jawa, namun menggunakan patikala atau parutan mangga muda. Kapurung ditawarkan mulai dari harga Rp 20.000.
Source http://kulinerbangsakoe.blogspot.com/ http://kulinerbangsakoe.blogspot.com/2018/03/kapurung-palopo-cak-geto-perpaduan-ikan.html
Comments
Loading...