Kejutan Rasa Di Baso Arief Bandung

Kejutan Rasa Di Baso Arief

Bandung bisa jadi kota yang memiliki banyak pecandu bakso. Hal tersebut mudah terlihat dari banyaknya penjual si daging bulat di seluruh penjuru kota, dari bakso biasa hingga yang kreatif. Salah satu kreasi bakso yang laris manis di Bandung adalah Baso Arief.

Bagi yang pertama kali mengunjungi Baso Arief mungkin akan kesulitan mencari lokasi karena nama alamat yang tidak begitu populer. Warungnya tidak begitu besar dan terletak di kawasan perumahan Jalan Wira Angun-Angun No. 22 yang tak jauh dari Jalan Gempol. Tanpa gerobak hijau bertuliskan Baso Arief di kacanya serta ramainya parkiran mobil dan motor, rasanya akan semakin sulit menemukan kuliner lezat satu ini. Sang founder, Arief Budiharjo, memang sengaja memilih lokasi tersebut karena jauh dari kesibukan kota, tenang, asri, dan bebas macet.

Meskipun begitu pengunjungnya tetap berjubel. Arief Budiharjo adalah pria asal Jawa Tengah yang sudah cukup lama merantau di ibu kota Priangan. Ia memilih untuk berbisnis bakso karena penganan yang satu ini pasarnya cukup luas dan merangkul semua kalangan. Anak kecil, dewasa, kelas menengah, bawah, hingga atas pasti suka makan bakso. Selain itu kota Bandung pun dinilai memiliki hawa udara yang cocok untuk menyantap si daging bulat.

Daya tarik dari Baso Arief terletak pada varian rasa baksonya. Selain yang biasa ditemui seperti bakso polos dan urat, pria asal Jawa Tengah ini pun berkreasi dengan membuat bola-bola daging rasa keju, jamur, rica, dan bakso goreng keju. Pengunjung bisa memesan dengan atau tanpa mie dan bakso goreng keju adalah yang paling banyak diminati. Selain memesan semangkuk bakso kuah, para pelanggan Pak Arief tak lupa memesan menu goreng dalam mangkuk terpisah.

Biasanya sekali pesan mereka bisa ambil 10 hingga 20 bakso goreng keju. Rasanya memang lebih asin dan gurih dibandingkan dengan bakso keju biasa. Rasa jamur maupun rica juga tak kalah lezat dengan tekstur lembut nan kenyal. Mie yang digunakan pun lembut dan tidak membuat begah. Namun pembeli harus sabar antri terlebih saat jam makan siang, karena tempatnya hanya mampu menampung 10 – 15 orang. Sangat tidak sebanding dengan peminat yang terus berdatangan.

Satu porsi Baso Arief dihargai Rp. 12.000, sedangkan bakso goreng kejunya dibanderol Rp. 1.500/pcs. Setiap harinya Pak Arief membuka warungnya mulai pukul 07.00 – 17.00, namun tak jarang dagangan sudah habis sebelum pukul lima sore.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/kejutan-rasa-di-baso-arief/
Comments
Loading...