Kikil, Bahan Baku Makanan di Minati Banyak Restoran, Lamongan

Anda sudah tahu apa itu kikil bukan? Kikil merupakan bagian dari kaki sapi atau kambing, bentuknya seperti kulit tebal yang menyelimuti tulang dan jari-jari kaki. Selain sensasi unik yang akan dirasakan, mengkonsumsi kikil juga diyakini akan menghitamkan kembali rambut dan bermanfaat untuk pertumbuhan sel-sel tubuh.

Bagi para penikmat kikil, keasyikan tersendiri dari makan kikil adalah pada saat melepaskan kulit dari tulangnya. Sensasi unik yang dirasakan pada saat menggigit potongan kikil yang agak liat di dalam mulut juga merupakan sensasi makan yang sulit dijumpai pada makanan lainnya.

Sebanding dengan kelezatannya, memasak kikil memerlukan kesabaran dan ketelatenan tersendiri. Hal ini dikarenakan sebelum dimasak, kikil harus dibersihkan dari kotoran yang menempel untuk kemudian direbus hingga empuk sekali.

Proses perebusan yang bisa memakan waktu hingga dua jam ini biasanya menggunakan air kapur sirih yang berfungsi untuk membersihkan kotoran yang menempel membuat kikil tampak menjadi lebih putih bersih. Bagi yang sedang ingin mengurangi makanan yang berlemak, proses perebusan ini juga sangat bermanfaat untuk mengurangi kandungan lemak yang ada pada kikil. Setelah kikil menjadi lunak serta bersih, baru kemudian kikil dibumbui atau dibuat sebagai bahan masakan yang diinginkan.

Kikil dapat Anda jumpai di pasar tradisonal maupun di supermarket. Kikil ada yang dijual masih bersama dengan tulangnya dan ada pula yang sudah dilepas, sehingga terlihat seperti lembaran-lembaran kulit yang menggulung. Untuk kikil yang sudah dipisahkan dari tulangnya, ukurannya beragam, ada yang masih berupa lembaran besar dan ada pula yang sudah dipotong kotak kecil-kecil.

Kikil yang dijual masih bersama tulangnya, biasanya akan lebih mudah dijumpai di pasar tradisional, sementara di supermarket, umumnya dalam kondisi sudah direbus. Umumnya kikil yang dijual tersebut merupakan kikil sapi karena ukurannya yang relatif lebih besar sehingga dinilai lebih mantap bila diolah lebih lanjut menjadi makanan yang diinginkan. Pasar tradisional Sidoharjo merupakan salah satu tempat terbaik untuk mencari kikil yang belum diolah di Kabupaten Lamongan.

Umumnya kikil yang diperjual belikan di Pasar Sidoharjo akan dibeli oleh para pedagang makanan yang menjajakan soto, rawon, ataupun lontong kikil. Hanya sebagian kecil ibu rumah tangga yang membeli kikil untuk keperluan rumah tangganya sendiri. Selain harganya yang relatif mahal, hal ini juga kemungkinan dikarenakan proses pengolahan kikil yang cukup rumit. Di pasat tradisional, harga satu kg kikil mencapai 45 ribu rupiah, sementara satu kg daging sapi hanya berkisar 35-40 ribu rupiah. Tingginya harga kikil ini dimungkinkan karena jumlah kikil yang tersedia masih lebih rendah dibandingkan dengan permintaan yang ada.

Harga yang mahal dan proses yang cukup rumit ini ternyata juga berpengaruh terhadap harga jual makanan yang menggunakan kikil tersebut. Makanan seperti soto kikil dan rawon kikil umumnya akan memiliki harga jual yang sedikit lebih mahal dibandingkan soto Lamongan dan rawon daging sapi. Sebagai gambaran, di salah satu depot makanan khas Lamongan di sekitar stadion kota, untuk satu porsi soto daging sapi dijual seharga Rp 5000,00 sementara satu porsi soto kikil sapi dijual hingga Rp 8000,00. Walaupun terdapat perbedaan harga tersebut, ternyata tetap ada pembeli yang memesan menu kikil tersebut. Tentu saja karena kikil menawarkan sebuah sensasi kelezatan yang khas.

Produksi kikil di Kabupaten Lamongan tidaklah terlalu menonjol. Laporan Tahunan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur tahun 2007 menunjukkan bahwa kabupaten ini pada tahun 2006 memproduksi 133 kg kikil sapi, masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan Kabupaten Tulungagung (1.892 kg) dan Kabupaten Banyuwangi (2.180 kg).

Kikil menjadi spesial di Lamongan disebabkan karena di depot-depot yang menjual makanan khas Lamongan, pasti dijumpai makanan yang menggunakan kikil, seperti rawon kikil dan soto kikil. Depot-depot makanan tersebut dapat dengan mudah dijumpai di sepanjang jalan raya Surabaya-Tuban yang membelah kota Lamongan, khususnya di sekitar stadion kota, stasiun, dan tugu Adipura. Bila Anda penikmat kikil dan ingin menikmati indahnya kota Lamongan di malam hari, para penjual makanan kakilima di seputaran alun-alun kota dapat menjadi pilihan.

Source pegimakan.id jawatimuran1.wordpress.com
Comments
Loading...