Kuliner Aceh : Lezatnya Sate Matang D’wan, Aceh

Sate Matang, memang rasanya beda dengan sate Padang maupun sate Madura. Selain satenya tidak dimakan dengan lontong atau ketupat melaikan dengan nasi. Sate Matang juga disajikan dengan kuah kaldu dan bumbu kacang yang khas. Aroma harum daging sate yang di panggang dengan bara arang mulai tercium. Perut yang keroncongan minta segera diisi, apalagi kuah kaldu/sop yang hangat mulai tersedia di atas meja bersama sepiring kecil bumbu kacang, dan sepiring nasi putih.

Inilah santapan nikmat sate matang yang bisa dinikmati di Kota Banda Aceh. Sate Matang menunjukkan daerah asal sate ini, yaitu Matang Geulumpang Dua, sebuah kota kecil di Kabupaten Bireuen yang terletak sekitar 12 kilometer dari arah timur pusat Kota Bireuen. Nah, jika Anda bertandang ke Kota Banda Aceh, ingin menikmati sate Matang, Anda bisa menikmatinya di Warung Sate Matang D’wan di

Jalan T Imum Lueng Bata, Banda Aceh

Di warung sate milik H. Darmawan atau yang akrab disapa D’wan ini Anda bisa menikmati sate Matang yang sudah dikenal kelezatannya sejak 1990. Warung Sate Matang D’wan buka setiap hari mulai pukul 08.30-24.00 WIB. Harga satu porsi sate Matang D’wan, terdiri nasi, 10 tusuk sate (daging sapi), bumbu kacang, dan kuah kaldu, Anda hanya perlu membayar Rp25 ribu. Sedangkan jika Anda ingin menambah satenya, Anda hanya membayar

Rp 2500,00.

Source Aceh acehnews.net/lezatnya-sate-matang-dwan
Comments
Loading...