Kuliner Aceh : Mie Ayah Simpang Lhong Raya, Aceh

Pesan seporsi mie Aceh basah kepiting dan martabak aceh. Sembari menunggu, salah satu pelayan datang menghampiri dan mengajak memilih kepiting. Menjatuhkan pilihan kepada seekor kepiting dengan ukuran medium – yang dipilih tidak hanya karena ukurannya, tapi juga karena kepitingnya masih hidup dan terlihat segar. Disajikan dengan potongan daun bawang dan daging kepiting, makanan ini memberikan rasa yang seimbang antara gurih dan pedas.

Daging kepitingnya yang segar dan sedikit manis menjadi pelengkap yang sempurna untuk kuahnya. Mie Ayah sama sekali tidak mengecewakan. Saat membayar di kasir, kami berkesempatan mengobrol dengan Nur Rahmi, yang merupakan anak dari pemilik restoran. Dengan sumringah, dia menerangkan sedikit soal sejarah tempat ini. “Ayah saya membuka rumah makan ini sekitar 28 tahun lalu. Ketika itu, satu porsinya hanya dijual seharga Rp.700,” jelasnya.

Sang ayah, kemudian menurunkan tugas masak-memasak kepada kakak laki-laki Nur Rahmi, sementara Nur Rahmi sendiri ditugaskan di kasir. Sebelum berpisah, kami tak dapat menahan diri untuk mengekspresikan kekecewaan kami terhadap sejumlah mie aceh yang kami cicipi sebelumnya, dan Nur Rahmi pun menjawab, “Di sini, kami hanya menggunakan bahan-bahan terbaik. Itu sebabnya kami meletakkan kotak berisi kepiting di bagian depan – agar pelanggan tahu bahwa daging kepiting di sini masih sangat segar.”

Jl. Simpang Lhong Raya Banda Aceh
Rp.60.000,00

Source Good goodindonesianfood.com/story/banda-aceh-mie-ayah
Comments
Loading...