Kuliner Bangka : Warung Roti Bakar Tung Tau, Dekat Mambo

Ragam cerita terkandung dalam secangkir kopi. Mulai dari jenis, asal, pengolahan hingga siap tersaji. Kisah kali ini adalah tentang warung kopi, bagian yang sulit terpisahkan dari cerita kopi, dermaga para penikmat kopi melepas sauh dan berlabuh. Tapi cerita warung kopi tak hanya melulu terkait kopi. Warung kopi telah menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Tak sekedar datang untuk menikmati racikan kopi Arabica ataupun Robusta, di warung kopi orang-orang bertemu, berkumpul, berbagi kisah.

Tak hanya yang semanis gula, terkadang terserak juga cerita getir sepahit kopi. Warung kopi menjadi saksi bisu nan setia. Menemani generasi ke generasi, kopi kian populer dengan ribuan varian produk olahannya. Sampai ke generasi milenial yang gemar nongkrong di warung kopi meski sejatinya mungkin saja bukan penikmat kopi. Banyak warung kopi tradisional yang terhempas angin perubahan karena gagal mengikuti perkembangan jaman, terlindas persaingan atau memang karena kualitas dan tata kelola yang kurang baik.

Sedikit yang masih bertahan hingga rentang waktu yang panjang, diteruskan dari generasi ke generasi. Satu dari sedikit yang istimewa itu adalah Kopitiam Tung Tau di Kota Sungailiat, Pulau Bangka, yang sudah berdiri sejak tahun 1938. Sampai sekarang di Sungailiat

Kopitiam Tung Tau
masih berada di lokasi yang sama
(Jalan Muhidin No.87)

meski bangunannya sudah mengalami perombakan.

Source waroengtungtau.com waroengtungtau.com/2017/10/09/sejarah-waroeng-tung-tau
Comments
Loading...