Kuliner Blitar : STMJ (Susu Telur Madu Jahe), Lawu

Bahas kuliner
STMJ
jalan Lawu Blitar
yang sudah ada sejak tahun 1974. Bertempat di warung kaki lima memanfaatkan trotoar di timur jalan lawu, menambah kesederhanaan suasana tapi tak mengurangi kenikmatan bercengkrama sembari meneguk segelas STMJ hangat. Tahun 1974, ibu Supiyah telah memulai berjualan STMJ di tempat tersebut. Sejak tahun 1988, angkringan STMJ diteruskan anak perempuannya yakni Ibu Mujiati sampai sekarang. Angkringan STMJ itu buka mulai petang hari sampai habis seluruh bahan racikan STMJ yang rata-rata tutup pukul 21.00 WIB.
Memang klo kesini agak lama bikinnya karena memang dia masak susu dan telurnya pake arang (vintage banget), cara buatnya pun agak rumit, awal saat bikin telur, madu, jahe, dan susu dituang di satu gelas, kemudian setelah tercampur dimasukkan panci lagi dan kemudian disaring dimasukkan gelas lagi, jadi bersih dan rasanya ngeblend banget. Telur kampung setengah matangnya juga nikmat, dengan tambahan merica bubuk dan garam.
Buat yang tanya “hahhh telur setengah matang?!” Tenang aja, ini ga ada sedikit pun amisnya, pure creamy dan gurih. Soal harga juga amat bersahabat
segelas STMJ dan satu telur ayam kampung setengah matang cukup ditebus dengan Rp 10.000,00 saja
 
Source samkuliner.com samkuliner.com/2017/11/stmj-jalan-lawu-blitar-kenikmatan-stmj.html
Comments
Loading...