Kuliner Jakarta : AW Imanuel (Jakarta Pusat, Jakarta)

Pesan cakalang suwir, tumis bunga pepaya, dan ayam isi dibulu yang kurang sesuai dengan selera. Meski demikian, saya masih sanggup menghabiskannya dengan bantuan sambal dabu-dabu. Selanjutnya giliran cakalang suwir yang saya cicipi. Rasanya cukup memuaskan, dengan dominasi rasa pedas dan sedikit asin. Sementara itu, ayam isi dibulu memiliki cita rasa gurih dan pedas yang menjadi ciri khas masakan Manado. Tumis bunga pepaya menjadi sajian pendamping yang sempurna kala itu, dengan sedikit rasa pahit yang mampu menetralisir rasa gurih-pedas yang mendominasi hidangan lainnya.

Meski demikian, favorit saya jatuh kepada menu rica, dengan potongan daging yang lembut dan cita rasa manis-gurih yang sempurna. Saya berkesempatan mengobrol dengan pemilik restoran, Alce Worang yang mewarisi rumah makan ini dari saudara kakek-neneknya. Didirikan pada 1960-an oleh Lance Ramas dengan nama Andy Watung, restoran ini mulai menggunakan titel AW Immanuel setelah sang suami mangkat. Sebagai hadiah perpisahan, Alce meminta kami untuk mencicipi nasi jaha – penganan khas Manado yang terbuat dari nasi dan ketan.

Bagi Anda yang belum pernah mencicipi masakan Manado, AW Immanuel mungkin menjadi pilihan yang cukup ekstrem. Namun, bagi penggemar sejati masakan ini, restoran tersebut dijamin akan memuaskan perut dan lidah Anda.

Jl. A. Yani No. 37-38 Rawasari, Jakarta Pusat, DKI Jakarta
Rp 50.000,00

Source Good goodindonesianfood.com/story/jakarta-aw-imanuel
Comments
Loading...