Kuliner Jakarta : Martabak Kari H. Abdoel Razak, DKI

Awalnya, tenda yang berdiri tepat di seberang bangunan sekarang. Karena ramai, akhirnya warung menempati bangunan permanen sejak 5 tahun yang lalu. Dari keterangan salah seorang pegawai, Martabak Kari H. Abdoel Razak pernah membuka cabang di Kelapa Gading dan Bintaro, tetapi cabang-cabang tersebut akhirnya tutup dan mereka lebih fokus mengembangkan kedai yang ada di Jalan Biak ini. Menunya sendiri tidak terlalu banyak, tetapi semuanya tampak terlihat enak.

Tampilan martabak telur kuah kari memang menyerupai martabak telur gerobak pinggir jalan. Namun, tidak ada daun bawang ataupun daging cincang. Hanya telur. Rasanya agak hambar, tetapi tunggu dulu, karena kemudian datang semangkuk kuah kari panas yang berbau harum. Segera mencelupkan martabak ke dalam kuah kental tersebut. Barulah rasa martabak yang hambar menjadi gurih dan sedap. Kuah karinya tidak terlalu pekat dan berwarna kekuningan dengan cacahan kentang, mengingatkan dengan kari India, tetapi dengan rempah-rempah yang tidak terlalu banyak.

Mie celor. Isinya hanya mie, tauge, dan potongan telur rebus disiram dengan santan yang sudah dicampur dengan kaldu udang. Rasanya di lidah agak unik karena gurih dengan sentuhan rasa udang. Bagi yang suka pedas, jangan lupa meminta tambahan sambal. Oh ya, mengingat harganya yang cukup mahal, ada baiknya bertanya dulu sebelum memesan.

Jl. Biak 29 C, Roxy, Jakarta
Rp 70.000,00

Source Good goodindonesianfood.com/story/jakarta-martabak-kari-h-abdoel-razak
Comments
Loading...