Kuliner Solo : Ayam Bakar dan Goreng Bu Tum, Solo

Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Seperti itulah kiranya perjuangan yang harus dialami oleh pasangan Sugeng Prayitno (67) dan Tuminah (58) dalam hidup ini. Pasangan suami istri ini merupakan pengusaha rumah makan ayam yang saat ini terkenal dengan nama

Ayam Bakar dan Goreng Bu Tum
Pajang, Laweyan, Surakarta

Sejak 1988 Bu Tum (panggilan Tuminah) berjualan ayam, bermula dari jualan ayam mentah 1 ekor keliling di daerah Windan, Makamhaji dia menjalankan usahanya. Walaupun saat itu hanya mendapatkan laba yang tidak seberapa, namun ia sangat bersyukur dan selalu semangat. Dalam melakukan usaha ini bukan tanpa perjuangan banyak sekali hambatan yang ia alami, dengan bermodalkan meminjam uang dari bank plecet (rentenir), yang setiap sorenya pun langsung ditagih.

“Saya pernah, pinjam uang dari bank plecet ternyata jatuh di jalan, sampai di rumah saya cari di kantong rok sudah tidak ada, padahal saat itu untuk modal usaha saya ini supaya lebih maju.” ungkap Bu Tum dengan logat jawanya yang kental. Ia mulai mengembangkan usahanya tersebut dari yang awalnya 1 ekor ayam mentah, kini sedikit demi sedikit ia mulai menambah ayam yang ia jual, setiap hari mulai dari jam 3 pagi suaminya Sugeng Prayitno selalu siap untuk membeli ayam.

Nasi-opor ayam dengan teh panas dibandrol dengan harga 15.000.

Source munirotunnisak.blogspot.co.id munirotunnisak.blogspot.co.id/2012/12/features-jurnalistik.html
Comments
Loading...