Kuliner Yogyakarta : Brongkos Warung Ijo Bu Padmo

Warung ini tidak begitu luas, kira-kira hanya berukuran 4 x 4 meter saja. Khas warung jadul adalah toples bening berisi aneka keripik dan kerupuk tersaji di rak kayu yang dicat warna hijau. Begitu pula dengan lauk pauk yang beraneka rasa. Benar-benar terasa kesan hijaunya. Konon ceritanya, bu padmo ini berjualan nasi brongkos untuk melayani penambang. Meski hanya menempati los pasar yang tak begitu luas ini, namun pelanggannya sangat banyak hingga sekarang.

Lepas antri, langsung memesan sepiring nasi brongkos daging sapi dengan aroma khas kluwek dan rerempahan yang membuat perut semakin menjerit minta segera diisi.  Porsinya lumayan banyak, tapi buat yang hobi makan, biasanya akan tambah lagi.. Pedas cabe dan mericanya berbaur menjadi satu, menciptakan aroma dan rasa pedas yang berbeda. Lumayan huh hah.. hihihi.. Segelas es teh cukup mengurangi panas di mulut. Tapi juga mencoba minuman Temulawak yang rasanya lumayan juga, apalagi dengan disajikan dingin.

Hmmm…benar-benar nyeesshhh… Jadi kebayang juga, warung se-emprit ini penuh dengan pembeli, menu pedas dan tanpa pendingin sama sekali.. Pasti sweating abis..!! Mungkin di tempat lain, sayur brongkos disajikan dengan kacang tholo, tapi di warung ijo bu Padmo isinya hanya daging aja. Santan yang tidak begitu kental, tapi gurihnya kelapa sangat terasa.

Jl. Magelang No.12, Jlegingan, Margorejo
Rp 20.000,00

Source Eat eatjogja.com/2012/05/brongkos-bu-padmo-bawah-jembatan-krasak
Comments
Loading...