Menikmati Laksa Kuah, Makanan Enak Dan Lezat di Kota Bandung

Pecinta kuliner Nusantara mengenal makanan bernama laksa. Makanan berbahan utama mi ini merupakan jenis makanan peranakan Tionghoa dan Melayu. Nama laksa berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya banyak. Maksudnya banyak itu adalah laksa dibuat dengan campuran banyak bumbu.

Laksa mempunyai beberapa jenis, yang paling dikenal di Asia Tenggara adalah laksa Penang (Malaysia) dengan bentuk mi yang bulat putih dan sedikit tebal. Sementara di Indonesia jenis laksa yang terkenal adalah laksa Bogor dan laksa Betawi.

Meski bumbunya terbilang cukup banyak dan beragam, laksa Melayu ini punya cita rasa yang cenderung light (ringan). Bisa dibilang hambar mungkin. Tidak gurih seperti khas masakan Indonesia. Meski rasanya ringan, menu ini cukup mengenyangkan.

Porsi mi yang cukup besar ditambah berbagai topping mulai dari sayuran, daging, hingga telur sudah menjadi ciri khas laksa. Menu ini juga ternyata tidak sulit ditemukan di Bandung. Tempat-tempat makan Cina peranakan dan melayu jadi tempat yang menawarkan menu ini.

Kopi Tiam Katjapiring, Grand Hotel Preanger, dan Pokatiam adalah sebagian tempat yang menawarkan makanan peranakan ini. Di Kopi Tiam Katjapiring, menu laksa biasanya disajikan pada pagi dan sore hari saja. Menu laksa di resto yang berlokasi di Paris Van Java Mall ini diberi nama chicken curry laksa karena memang kari yang digunakannya adalah kari ayam.

 

Menu laksa di sini terbuat dari campuran mi, telur, ayam, kacang panjang, tahu, dan tauge yang diberi kuah santan kental. Tapi jangan harap kuah santan laksa akan gurih seperti kuah santan kari atau opor di sini.
Kuah santan khas Melayu ini punya cita rasa yang cenderung manis dan tidak gurih. Meski tidak gurih, laksa ini enak dan mengenyangkan. Harga seporsi menu lengkap dapat Anda nikmati seharga Rp 15.000. Sedangkan untuk menu seafood curry laksa dihargai Rp 16.500 per porsi.

Selain menu laksa ayam di Kopi Tiam, Katjapiring juga punya menu reguler, yaitu kampung melayu curry laksa. Topping-nya hampir sama dengan laksa ayam tapi ada tambahan udangnya. Selain itu, porsinya pun lebih besar. Bisa untuk dua orang. Harga yang ditawarkan untuk menu dengan porsi besar ini adalah Rp 34.500.
Sedangkan di Grand Hotel Preanger, laksa dikeluarkan sebagai menu spesial di Februari ini. Menu laksa di hotel bersejarah ini diberi nama Penang Laksa.

Menu laksa berporsi besar ini terdiri dari mi laksa, telur rebus, udang windu yang digoreng tempura, tahu, serta kuah kaldu ayam dengan sedikit santan khas Melayu. Seporsinya Rp 45.000. Berbeda dengan kedua menu laksa sebelumnya yang terbilang light, laksa Singapore punya cita rasa agak berbeda. Menu laksa ini bisa ditemukan di Pokatiam. Menu ini diberi nama laksa mee singapore.

Tak seperti kebanyakan laksa Melayu yang ringan, cita rasa laksa Singapore ini lebih pedas dan gurih. Rasa gurihnya berasal dari campuran santan dan susu untuk bahan utama kuahnya. Sedangkan rasa pedas dari bumbu kari yang memang sudah diracik pedas. Gurih dan pedas dari laksa ini memang sudah menjadi standar rasa.”Orang tidak bisa pesan yang tidak pedas. Kalau pun mau ya bumbunya harus dikurangi tapi nanti rasanya juga akan jadi lain,” ujar Taufik, pelayan di Pokatiam.

Semangkuk laksa mee singapore terdiri dari mee laksa yang sudah dipotong pendek, udang kupas, tahu goreng, kulit tahu berisi ambaso, telur puyuh rebus, tauge, daun kucay, dan kuah kari kental nan gurih. Harga semangkuknya Rp 24.800.

Source Pegimakan.id Tribunnews.com
Comments
Loading...