Le Gita “Cakes” Tempat Kue dan Jajanan di Pontianak

Le Gita “Cakes”

Konon, selalu ada sosok istimewa di balik sebuah kesuksesan.

Tidak terkecuali bagi Toko kue Le Gita Cakes Pontianak, yang cukup ternama itu.

Adalah Lim Kim Chun (82), yang bisa disebut sosok istimewa itu.

Wanita yang juga ibu kandung dari pemilik toko kue Le Gita Cakes ini, adalah ‘peramu resep’ yang sangat handal. Boleh dikatakan, nyaris semua resep kue-kue yang dijual di Le Gita Cakes, disebut merupakan hasil karya luar biasa wanita yang akrab disapa Chun Ie ini.Le Gita Cakes gunakan Rerep Turun Temurun, Le Gita Cakes Suguhkan Aneka Kue nan Lezat Tanpa Bahan Pengawet.
“Kebetulan kue-kue di Le Gita Cakes, dibuatnya juga dengan resep asli milik sendiri. Resepnya sudah turun temurun. Rahasia keluarga,” ujar pemilik Le Gita Cakes, Johan Halim (51).

Johan mengisahkan, ibundanya itu, Chun Ie, sudah terbiasa mengolah satu dari panganan khas Kalbar, lempok durian. “Waktu itu beliau masih berumur sekitar 15 tahun. Masih tinggal di Sukadana,” tutur Johan.

Setelah dewasa dan berumah tangga, Chun Ie pindah ke Pontianak. Pada masa inilah, Chun Ie mulai merintis usaha penjualan kuenya.

Beberapa kue yang diproduksi kala itu yakni lapis legit, nastar dan kue Mocca, serta aneka dodol. Seperti dodol putih telor dan dodol kuning telur.

“Kue-kue olahannyapun terbilang disambut positif pasar. Terlihat dari banyaknya konsumen yang menjadi langganan setia kue-kue buatan ibu Chun Ie. “Itu sekitar tahun 1970-an,” kenangnya.

Namun, produksinya masih berskala rumahan (home industry). Penjualanpun masih terbilang sederhana, yakni dengan sistem pemesanan dan beli langsung di rumah. “Jadi belum ada buka toko. Jualnya masih di rumah saja waktu itu. Jalan Tanjungpura Gang Rangon,” kata Johan menceritakan. Berjalannya waktu, aneka resep barupun mulai dikembangkan. Munculah bebebrapa produk baru, sepert lapis legit polos, lapis legit prunes, lapis Surabaya, apis keju, dan lapis durian.

Begitu pula dengan aneka kue kering dan nastar. Ada beberapa kue kering dan nastar yang dibuat, seperti  nastar polos, nastar keju.

Lalu pada 1997 sampai 1998, nama Le Gita Cakes mulai pertama kali dipakai.

“Logo dan nama Le Gita Cakes sendiri, di desain oleh lulusan Amerika Serikat. Kebetulan dia dulu satu kos adik saya,” bebernya.

Hanya saja, pada masa itu, penjualan masih dengan cara yang sama. Namun, pasarnya sudah lebih luas. Menjangkau pasar di luar Kalbar, termasuk di pulau Jawa.

Kemudian, pada awal 2000, Le Gita Cakes buka toko pertama, di Jalan Pahlawan nomor 240, Pontianak.

“Setelah buka toko, mulai dikembangkan lebih banyak aneka resepnya. Sampailah sekarang,” timpalnya.

Pada 2008, Le Gita Cakes memperkuat jangkauan pasarnya. Hal ini diwujudkan dengan membuka cabang ke dua, di Jalan A Yani I Pontianak.

Namun, meski ekspansi semakin besar terdapat dua hal yang tetap dipertahankan sehingga jadi ciri khas di Le Gita Cakes sendiri. Yakni resep asli warisan keluarga, dan pengolahan tanpa bahan pengawet.

“Sekarang total ada sekitar 19 jenis lapis. Juga tersedia aneka kue kering, serta panganan khas Kalbar seperti lempok durian yang dijual di Le Gita Cakes. Konsumennya juga sudah sampai ke Papua,” pungkasnya.

Buka

10.00-21.00

Source pegimakan.id Trimbunnews
Comments
Loading...