Mencicipi Makanan Khas Jawa Barat di Kedai Awug Cibeunying Bandung

Kedai Awug Cibeunying

Bandung sebagai surga kuliner memiliki beragam jajanan yang menggoda selera. Tidak hanya western food, makanan khas Jawa Barat tidak kalah pentingnya di sini. Orang-orang yang memburunya pun banyak. Hal ini dibuktikan, menjamurnya kedai dan restoran yang menyajikan makanan khas Jawa Barat di Kota Bandung.

Mulai dari nasi timbel, mi kocok, surabi, peuyeum, cendol, bajigur, awug, dan lainnya. Satu di antara kedai ternama yang menyajikan khas Kuliner Jawa Barat adalah Awug Cibeunying. Awug Cibeunying berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kacapiring, Kota Bandung, dekat Balai Besar Tekstil.

Letaknya persis di pinggir jalan, sangat strategis bagi pengunjung yang ingin menyambangi Awug Cibeunying. Jajanan tradisional di kedai Awug Cibeunying di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung. Kedai yang dirintis oleh Ajang Muhidin sejak 1980 ini, menyajikan berbagai pengenan khas Jawa Barat.

Selain Awug sebagai hidangan utamanya, Anda bisa mencicipi penganan khas Sunda lainnya. Di antaranya putri noong, nasi ketan putih, nasi ketan hitam, nasi ketan serundeng, adas, lupis, putu mayang, kelepon, ali agrem, ongol-ongol, moci, gurandil, jiwel, jalabria, naga sari, moho, kelepon ubi, dan bugis.

Kedai Terkenal

Kedai Awug Cibeunying sudah sangat familiar di masyarakat Bandung maupun di luar Bandung. Sangking familiarnya, kedai ini pernah disambangi banyak media. Termasuk Bondan Winarno presenter Kuliner yang berselogan “maknyus”, yang menyambangi kedai Awug Cibeunying pada tahun 2006. Tampak pada bagian dindingnya kedai tersebut, foto Bondan Winarno bersama sang pemilik Ajang Muhidin.

Asep Syukur selaku anak pemilik Awug Cibeunying, menuturkan, sebelum memiliki kedai, Awug Cibeunying beroperasi menggunakan gerobak. Pengelola sedang membuat jajanan tradisional di kedai Awug Cibeunying, Kota Bandung.  “Saa itu bapak saya “Ajang Muhidin” sering mangkal di daerah Ciebeunying hanya menggunakan gerobak,” tutur Asep

Asep mengaku, kedai ini merupakan usaha turun temurun yang diwariskan oleh kakeknya H. Jajuli (alm), yang dikembangkan oleh Ajang Muhidin selaku bapaknya. Asep menceritakan, awalnya Awug hanya untuk dikonsumsi sendiri, kemudian di perkenalkan ke masyarakat.”Karena memiliki rasa yang enak maka keluarga kami mencoba jual ke masyarakat, dan ternyata antusiasnya positif pada masa itu,” jelas Asep.

Harga menu yang ditawarkan di Kedai Awug Cibeunying terbilang ramah di kantong masyarakat. Mulai dari Rp 10.000 (1 dus awug) – Rp 275.000 (nampan besar).

Saat ini kedai Awug Cibeunying telah memiliki dua cabang lainnya yakni di Jl. Sindanglaya, Sukamiskin (depan Indomaret) dan di Jl. Warung Contong (dekat Alfamart), Cimahi.

Source Pegimakan.id www.tribunnews.com
Comments
Loading...