Mencicipi Nasi Uduk Betawi Di Kebon Kacang

Mencicipi Nasi Uduk Betawi Di Kebon Kacang

Menyebut santapan khas Betawi, nasi uduk mungkin masakan khas Betawi yang paling terkenal. Jenis masakan ini paling mudah ditemui di seantero pinggir jalan Jakarta. Semuanya mengklaim sebagai nasi uduk Betawi. Ada juga yang mengklaim dengan embel-embel “Kebon Kacang”, walaupun dijual di luar wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Bila wilayah Rawa Belong, Kebayoran Lama dikenal sebagai sentra ketupat sayur, Kebon Kacang memang gudangnya kedai nasi uduk Betawi papan atas. Tidak jelas mulai sejak kapan Kebon Kacang jadi pusat nasi uduk Betawi. Ditulis buku kuliner Jabodetabek Intisari terbitan 2006, jika ditanya para sesepuh, yang keluar paling-paling cuma jawaban pendek nan menggelitik, tapi tak pernah tuntas, “Wah, ude dari sononye kali ye.”

Dari sononye bisa berarti jauh dan merentang panjang hingga hitungan ratusan tahun. Konon nasi uduk sudah ada sejak abad ke-14. Yang membawanya orang Melayu melalui jalur perdagangan dari Sumatera ke Jawa.

Nama nasi uduk sendiri punya beberapa cerita. Ada yang berpendapat “uduk” berasal dari bahasa Sunda yang berarti bersatu dan bercampur. Pendapat ini mungkin berpegang pada masakan ini yang mencampurkan nasi dengan beragam lauk pauk sesuai selera, mulai dari telur, perkedel, bihun goreng dan macam-macam lagi. Ada juga yang bilang “uduk” secara etimologi berarti “susah”, mengingat dulu makanan ini identik dengan santapan rakyat jelata, kaum susah, serta dijajakan dalam gerobak dan hanya dijumpai di pasar.

Hasil gambar untuk Mencicipi Nasi Uduk Betawi Di Kebon Kacang

Mungkin sekali sejak lama nasi uduk dijual di kawasan Kebon Kacang. Jika mencari berita tentang nasi uduk Betawi di Kebon Kacang kamu bakal menemukan satu warung yang berusia puluhan tahun dan disebut sebagai pelopor nasi uduk di daerah itu. Nama warung itu Kedai Nasi Uduk Zainal Fanani yang berdiri sejak tahun 1960-an.

 

Source http://ulinulin.com http://ulinulin.com/posts/icip-icip-nasi-uduk-betawi-di-kebon-kacang
Comments
Loading...