Menikmati Kopi Blangkon di Nine Coffee Roastery Bondowoso

Kopi Blangkon Bondowoso

Berkunjung ke Bondowoso, wajib kiranya mencoba salah satu minuman unik yang berasal dari olahan kopi, namanya Kopi Blangkon. Kopi Blangkon merupakan minuman hasil kreasi Riswanda Imanwan pemilik Nine Coffee Roastery yang terletak di Jalan Brigpol Sudarlan, Bondowoso, Jawa Timur.

Jika biasanya serai, kunyit, jahe, kayu manis, dan jeruk purut menjadi bumbu memasak, kali ini justru menjadi bumbu penyedap kopi. Sajian kopi dengan aneka rempah ini dapat ditemui ketika berkunjung ke Nine Coffee Roastery di Jalan Brigol Sudarlan Nomor 266, Bondowoso, Jawa Timur. Kopi Blangkon muncul dari ide Riswanda Imawan, pemilik dari Nine Coffee Roastery.

Ditemui di acara deklarasi Bondowoso sebagai Republik Kopi yang bertempat di Sempol,  mengatakan ide awalnya adalah ingin membuat kopi yang tidak selalu pahit. “Kita tambah rempah-rempah, satu untuk kesehatan dan dua untuk cita rasa kopi itu sendiri,” ujar Rismawan. Proses pembuatan kopi blangkon tak berbeda pada umumnya. Pertama kopi dari Ijen diseduh dengan cara V60 yakni menyaring ampas dengan filter kertas khusus.

 

Kemudian di dalam cangkir dimasukkan semua rempah yang diperlukan, yang sebelumnya sudah dikupas dan dibersihkan. Untuk menambah cita rasa dituangkan sirup vanili yang harum dan manis. Alhasil dari perpaduan rempah-rempah, kopi, serta sirup vanili terciptalah rasa kopi yang unik. mencicipi kopi blangkon dan ternyata rasanya sedap! Pahit, sedikit asam, dan manis dalam satu cangkir.

Wanginya pun harum. Rasanya mirip minuman khas Jawa yakni wedang, tetapi rasanya tak sekuat wedang. Kopi filter dengan metode V60 memberi keunggulan karena rasa kopi yang ringan dan bebas ampas. Kopi blangkon dijual dengan harga Rp 7.000 rupiah per cangkirnya.

Selain kopi blangkon, Rismawan dan kawan-kawan juga menyajikan Kopi Ijen, Gayo, lintong, dan daerah Indonesia lainnya. Mereka sedang berupaya memperkenalkan kopi kepada anak muda di Bondowoso.

“Anak muda di Bondowoso biasanya minum kopi instan. Padahal kita daerah penghasil kopi. Sudah terkenal sampai mancanegara juga. Bupati sudah membuat Bondowoso sebagai Republik Kopi, jadi kita harus mengangkat ini,” ungkap Rismawan.

Nine Coffee Roastery

Menurut Riswanda, ide pembuatan Kopi Blangkon berawal dari keinginannya membuat kopi yang tidak melulu pahit. Sejak itulah dia mengkreasiakan kopi dengan menambah jahe, kunyit dan jeruk nipis sebagai penambah dan bumbu penyedap kopi.

“Ide awalnya dari keinginan saya membuat kopi yang beda. Biasanya kopi dan selalu identik dengan pahit, saya coba supaya kopi itu tidak monoton jadi saya tambahi dengan jahe, kunyit dan jeruk nipis,” ujar Riswanda.

Untuk proses pembuatan kopi Blangkon, Riswanda menceritakan ada beberapa tahap. Pertama, kopi arabika Java Ijen Raung diseduh dengan metode V60 untuk menyaring ampas kopi dengan menggunakan filter khusus. Kemudian, kopi dituang kedalam cangkir dan dimasukkan semua rempah yang telah dikupas dan dibersihkan.

Cita rasa Kopi Blangkon ala Nine Coffee Roastery ini cukup unik. Meskipun pahitnya masih terasa, ada rasa asam dan aroma jahe yang menjadikan kopi tidak monoton seperti biasanya.

Kopi blangkon dijual dengan harga Rp 7.000 tiap cangkirnya. Selain kopi blangkon, Rismawan dan kawan-kawan juga menyajikan Kopi Ijen, Gayo, Linntong, dan kopi yang berasal dari daerah lain di Indonesia. Mereka juga sedang mengusung misi membumikan kopi Bondowoso kepada kawula muda mengingat masih minimnya anak muda Bondowoso yang mencintai kopi dari daerah mereka sendiri.

“Aneh saja, sudah menjadi Republik Kopi yang kopinya sudah dipasarkan diseluruh Indonesia tapi anak Bondowoso sendiri masih suka minum kopi sachetan,” pungkasnya.

Source pegimakan.id www.timesindonesia.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.