Menikmati Nuansa Parahyangan di Bandoeng Resto Batam

Bandoeng Resto

Alunan kecapi dan suling nan merdu langsung memenuhi indera dengar kala kami memasuki resto ini. Sebuah resto yang kental dengan nuansa Parahyangannya, Bandoeng Resto. Deretan meja dan kursi yang terbuat dari bambu terlihat lengang. Sepertinya pengunjung resto ini lebih memilih bersantap di area lesehan atau di saung-saung yang tersedia.

Malam itu semua saung sudah penuh, jadi kami memilih duduk di area lesehan aja. Area lesehan di Bandoeng Resto ini dibangun di atas kolam ikan. Jadi sambil makan kita bisa ngeliat ikan-ikan yang berenang di bawah sana.

Area dengan meja dan kursi

Area lesehan

Malam itu kami memesan sop ayam, karedok, bakwan jagung, plus serabi Bandung dengan topping keju untuk camilan. Sambil menunggu pesanan datang, kami asik menonton ikan-ikan yang sedang berenang, sambil menikmati suasana resto ini. Meski berada di tengah kota, dan dekat dengan jalan raya, tapi alunan musik kecapi dan suling ditambah dengan gemericik air mancur, membuat nuansa di resto ini sedikit beda. Apalagi dengan interior resto yang didominasi dengan bambu, membuat kita serasa sedang berada di sebuah pedesaan di Jawa Barat.

Lampu anyaman

Kolam ikan dengan taman dan air mancur di tengah-tengah resto

Jembatan bambu dengan kolam ikan di bawahnya

Tak menunggu lama, pesanan kami pun datang. Waktunya makaaan.. Hampir setiap berkunjung ke resto ini, karedok dan serabi Bandung selalu ada dalam daftar pesanan kami. Karedok adalah salah satu makanan kahas Sunda yang terbuat dari aneka sayuran mentah seperti timun, toge, terong bulat, kol, dan kacang panjang dengan saos bumbu kacang. Menurut saya, karedok di Bandoeng Resto ini enak banget. Sayurannya segar, dan paduan rasa pedas, manis, dan gurih dari bumbu kacangnya terasa pas. Apalagi ditambah taburan bawang goreng. Makin nikmat rasanya.

Karedok

Makanan ini berasal dari sebuah desa yang terletak di seberang Sungai Cimanuk. Tepatnya di Kecamatan Jati Gede, Kabupaten Sumedang. Nama desa itu adalah Desa Karedok. Menurut cerita Tante Wiki(pedia), sebelumnya Desa Karedok itu bernama Kampung Dobol. Tapi pada suatu hari, Pangeran Aria Suria Atmadja, bupati Sumedang yang memerintah di masa itu sedang beristirahat di Kampung Dobol setelah lelah menangkap ikan di sungai. Masyarakat setempat kemudian menyugukan makanan berupa karedok terong. Karena nikmatnya suguhan karedok terong itu, sang bupati pun menceritakan hal ini kepada Sesepuh Sumedang yang langsung penasaran dan langsung berkunjung ke Kampung Dobol untuk mencoba. Dan sejak saat itu, nama Kampung Dobol berubah menjadi Desa Karedok hingga sekarang.

Kok jadi malah cerita tentang asal mula Desa Karedok. Balik lagi ah ke Bandoeng Resto, menikmati aneka hidangan yang sudah tersaji di atas meja. Nikmat banget rasanya makan sambil ditemani suara alunan kecapi dan suling, juga gemericik air mancur. Apalagi makanan yang kami pesan semua enak. Sop ayamnya seger banget. Begitu juga bakwan jagungnya, renyah dan enak.

Sop ayam

Bakwan jagung

Serabi Bandung dengan toping keju dan kuah kinca menjadi penutup yang sempurna acara makan malam kami. Serabi adalah jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras yang dicetak menggunakan cetakan kue tradisional. Saya menyebutnya, tradisional pancake.

Serabi kuah kinca

Selain serabi kuah kinca seperti yang kami pesan, ada juga serabi jenis lain, yaitu serabi oncom. Rasanya lebih gurih karena menggunakan oncom yang telah dibumbui. Ada juga serabi khas Solo yang adonannya lebih tipis, kadang juga ada yang digulung. Dan apapun jenisnya, rasanya saya suka semua yang namanya kue serabi, atau surabi kalo kata urang Sunda mah…

Mau incip-incip kuliner khas Parahyangan dengan suasana yang asri khas pedesaan? Dateng aja ke Bandoeng Resto. Di Batam, Bandoeng Resto ada 3 cabang. Di daerah Batam Center (sebelah Carnaval Mall), di Sekupang (samping STC Mall), dan di Nongsa. Saya pribadi paling suka ke cabang yang di Sekupang dan di Nongsa.

Source pegimakan.id www.batam-dine.com
Comments
Loading...