Menikmati Segarnya Minuman Sari Tebu Jojo Cup Bandung

Jojo Cup Bandung

Berdiri sejak 2008, outlet Jojo Cup sudah tersebar di Bandung, Jakarta, Bekasi, hingga Bali. Dengan hanya memanfaatkan olahan tebu sebagai bahan baku utamanya, Jojo Cup dianggap berhasil menghadapi persaingan pasar. Pasalnya, olahan tebu sejatinya memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia. Lalu, bagaimana prospek bisnisnya sejauh ini?

Manager Jojo Cup, Pepen Saepudin, mengungkapkan bahwa Jojo Cup sejatinya telah buka sebelum menginjak tahun 2008. Hanya saja, di awal berdirinya Jojo Cup hanya mengolah tebu sebagai produk utamanya saja. “Kami daftarkan HKI-nya di tahun 2008. Kemudian, setelah itulah Jojo Cup mulai tumbuh secara bertahap. Yang awalnya hanya mengolah tebu, kini Jojo Cup juga menawarkan varian produk lainnya, seperti bubble tea, ice blend, red velvet. Untuk makanan ada taiyaki dan potatoes twister,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Pepen ini pun melanjutkan, Jojo Cup juga mengeluarkan beberapa paket franchise yang sesuai dengan varian produk yang disediakan. Siapa pun bebas memilih. “Misal, kalau hanya ingin membeli paket franchise satu atau dua produk saja boleh,” terangnya.

Sejauh ini, Pepen mengaku jika pertumbuhan Jojo Cup tak bisa lepas dari banyaknya peminat tebu yang sudah ada saat ini. Sebab, menurutnya, bisa dikatakan jika tebu adalah bahan alami dari alam yang memang ada manfaatnya untuk kesehatan. “Sebelum disentuh oleh manusia untuk diolah menjadi gula pasir, sebenarnya tebu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa di antaranya adalah untuk menyembuhkan penyakit tumor, kanker, maupun diabetes,” jelasnya.

Obat Diabetes

Untuk penyakit diabetes, sambung Pepen, kadang orang masih tidak percaya kalau tebu bisa menjadi obat diabetes. Sebab yang ada di pikiran banyak orang kandungan tebu itu 100% gula. Padahal, tebu menjadi gula setelah diolah dan sudah melewati banyak tahapan serta campuran kimiawi. Justru, tekannya, kalau orang pengidap diabetes akan lebih segar setelah mengonsumsi sari tebu.

“Bahkan ada satu costumer kami di Ciwalk, Bandung, yang setiap pagi dan sore selalu datang untuk membeli sari tebu Jojo Cup. Waktu itu saya sempat bertanya, kenapa Ibu sering mampir ke sini? Dia menjawab, untuk mengobati penyakitnya, yaitu tumor payudara,” kenang Pepen. Jadi, tukasnya, minuman sari tebu ini banyak peminatnya karena banyak manfaat dari segi kesehatan.

Selain dari segi kesehatan, larisnya sari tebu Jojo Cup juga tak bisa dilepaskan dari bahan baku yang dipilih dan digunakan oleh Jojo Cup. Pepen pun mengatakan jika jenis tebu yang ada amat banyak. Karena itulah Jojo Cup mengambil tebu dengan kualitas yang paling bagus dan rasa yang manis, tentunya. Bahkan, Pepen mengungkapkan, saat ini Jojo Cup sudah memiliki dua lokasi lahan tebu yang terletak di Jawa Barat dan Jawa Timur. “Dengan begitu, mitra tak perlu khawatir soal persediaan dan kualitas dari bahan baku kami,” tekannya.

Karena itu, untuk saat ini Jojo Cup tak ragu lagi untuk menawarkan paket kemitraan dengan nilai investasi Rp 55 juta. Dengan nilai investasi tersebut, mitra akan mendapatkan booth, mesin tebu, mesin pengupas, blender, dan seragam pegawai. “Jadi, mitra hanya perlu menyiapkan lokasi dan SPG saja. Kami pun memberikan mesin sealer yang sudah ada digitalnya. Itu untuk menghindari pencurian,” imbuhnya.

Pepen menjelaskan, biasanya ada karyawan nakal yang sebetulnya penjualan sudah mencapai 50 cup, tapi karyawan tersebut mengatakan penjualan hanya 35 cup. Dengan mesin sealer yang sudah ada digitalnya, maka bisa dipastikan akan mampu meminimalisir kecurangan karyawan semacam itu.

Dan sampai saat ini, Pepen mengatakan jika omset yang bisa didapatkan setiap outlet cenderung berbeda-beda. “Tergantung lokasi dan pelayanan dari SPG,” katanya. Tapi, rata-rata untuk penjualan sari terbu saja minimalnya antara Rp 30 juta – Rp 40 juta per bulan. Sementara untuk keuntungan per bulannya rata-rata minimum antara Rp 8 juta – Rp 11 juta. “Seperti yang di Ciwalk, Bandung, itu sudah di angka Rp 60 juta – 65 juta per bulan hanya dari menjual tebu saja,” ungkapnya.

Di akhir pembicaraan, Pepen mengutarakan target dari Jojo Cup di tahun ini. Merek yang berkantor pusat di Jakarta ini memiliki sisa target yang harus dikejar, yaitu sekitar 30 – 40 outlet lagi. “Saat ini kami pun mencoba melangkah untuk ke luar negeri, seperti ke Malaysia dan ke Arab,” pungkasnya.

Source Pegimakan.id www.bisnisupdate.com
Comments
Loading...