Menikmati Wisata Kuliner Warung Daweung di Kota Bandung

Warung Daweung ini terletak 8 km ke atas perbukitan di utara Bandung, diitung dari Jalan P.H.H Mustofa alias Jalan Suci. Deket banget sama Warung Daweung, sekarang juga ada objek wisata baru bernama Puncak Bintang.

Di perjalanan menuju ke sini, kira-kira setengah jalan menuju Warung Daweung, pemandangannya pun udah luar biasa keren.

Tepat ke tanjakan final menuju Warung Daweung, atau dikenal juga dengan nama Bukit Moko oleh orang Bandung, sekarang ada tulisan “Puncak Bintang”. Sedikit tips, karena perjalanan sampe di pintu masuk ini banyak menanjak, pastikan mobil kamu memiliki cc yang gede. Karena jalannya juga bisa jadi jelek (ya, bisa berubah-ubah tergantung tingkat kerajinan Dinas Bina Marga), sebaiknya mobil kamu punya dasar yang tinggi. Tapi terus parkirnya di deket pintu masuk ini. Jarak sisanya, sekitar 200 meter, ditempuh dengan berjalan kaki.

Karena sekarang di sini makin rame gara-gara ada Puncak Bintang, hal ini tampaknya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menarik biaya parkir sebesar 5 ribu rupiah untuk motor dan 10 ribu rupiah buat mobil. Masalahnya, jalan ke arah Warung Daweung ama Puncak Bintang itu sama.

Dari parkiran Warung Daweung, Puncak Bintang udah keliatan. Objek wisata ini menempati lahan perkebunan pinus milik Perhutani. Tiket masuknya 12 ribu rupiah.

Nah, ini juga yang baru. Kalo sebelumnya kita bisa aja masuk area Warung Daweung tanpa beli makanan atau minuman, sekarang kita diwajibkan membeli voucher seharga 25 ribu rupiah untuk ditukarkan dengan satu menu makanan, satu menu minuman, dan bonus sebotol air mineral. Mungkin karena kebanyakan yang dateng mesennya cuma kopi susu doang .

Tapi, siapa sih yang mau duduk di dalem kalo tujuannya mau ngeliat pemandangan Bandung? Coba liat tuh pemandangannya? Keren banget banget kan? Mau dateng siang ataupun malem, pemandangannya sama kerennya deh. Magic-nya beda aja gitu. Meja dan kursinya aja dibuat dari batu berbentuk kotak. Berasa lagi di jaman megalitikum, hehehe. Tapi sayang, sekarang Warung Daweung agak kotor oleh sampah-sampah yang dibuang oleh pengunjung yang tidak bertanggung jawab.

Karena sudut pandangnya yang cukup lebar, orang biasa dateng ke sini buat ngeliat sunset atau sunrise. Dibandingin kota Bandung yang umumnya berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (bisa bervariasi sangat lebar tergantung posisinya di utara atau di selatan sih), Bukit Moko ini berada di ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut.

Ada goreng dan yang khas di sini adalah si pisang kejunya. Mengingat harganya 25 ribu rupiah, makanan kayak gini sih kemahalan. Apalagi mie gorengnya cuma Indomie yang dikasih telor ceplok, potongan tomat dan timun, dan kerupuk.

Pisangnya, enak sih, apalagi selain pake keju dia juga pake brown sugar, jadi berasa tradisionalnya. Tapi ya tetep aja sih harganya kemahalan.

Menu tongseng pernah ada di sini.  Tapi sayangnya semejak sistem voucher, menu yang mungkin masaknya agak susah kayak gini jadi ga ada. RIP tongseng.

 Warung Daweung

Bukit Moko, Jalan Terusan Padasuka No. 43, Cimenyan, Bandung

Source Pegimakan.id wMyeatandtravelstory.wordpress.com
Comments
Loading...