Menu Nostalgia Ala Restoran Kepik Sawah di Kota Jogja

Restoran Kepik Sawah

Ingin mencoba menu tradisional Yogya lengkap dengan soft drink lokal yang botolnya masih katrok alias keluaran lama? Nah, Anda bisa berkunjung ke Restoran Kepik Sawah.

Di sini, tersedia menu khas Yogya seperti garang asem dan gadon. Tak ketinggalan minuman lokal yang hampir punah, sebut saja Limun, Citroen dan Saparella siap untuk menghapus dahaga anda.

Restoran yang tepatnya terletak di Jalan Godean Km 8,5 ini tak hanya menawarkan menu makanan dan minuman yang unik dan jarang ditemui di tempat lain, suasana pedesaan Yogya yang kental juga dihadirkan di sini.

Memasuki restoran ini, bak memasuki kehidupan sebuah desa di Yogya dulu kala. Kanan kiri sawah membuat pandangan mata ini sejuk. Sebuah joglo besar menjadi bagian utama bangunan resto ini. Meja dan bangku kayu serta lantai ubin membuat atmosfer Kepik Sawah adem, meskipun cuaca di luar cukup terik.

Interior berupa cover novel, majalah dan iklan zaman dulu menambah romantis suasana restoran ini. Rupanya, Angga Kara, pemilik Kepik Sawah, sengaja menuangkan konsep nostalgia ketika menggarap restoran ini. Nama Kepik Sawah dipilih Angga dengan harapan sesuai petuah bijak orang Jawa dulu kala yang menganggap binatang ini sebagai pembawa keberuntungan.

“Konsepnya memang nostalgia. Kita hadirkan suasana dan menu zaman dulu yang sudah turun temurun hingga sekarang, namun sudah jarang ada. Misalnya untuk makanan ada gadon, minumannya citroen dan limun,” ujar Angga.

Gadon adalah masakan yang bumbunya hampir mirip dengan garang asem. Menggunakan belimbing wuluh, santan, sere, bedanya, bila garang asem memakai daging ayam kampung, gadon memakai daging sapi.

Selain Gadon dan garang asem, menu lain yang tersedia di Kepik Sawah ada bermacam-macam, antara lain, wader, belut dan udang lokal.

Ada belut crispy, daging belut tanpa tulang berukuran besar digoreng kering, balado belut dan sambal belut. Bagi penggemar pedas, tersedia empat pilihan sambal yang siap dicocol dengan wader goreng kering atau belut, ada sambal bawang, sambal cabai hijau, sambal matah dan sambal kecap.

Rasa masakan belut ini pas di lidah, mereka yang suka pedas dijamin ketagihan mencocol belut crispy ke dalam sambal matah atau sambal bawang. Setelah kenyang menyantap menu utama, minuman tradisional dan soft drink jadul siap menyegarkan tenggorokkan yang kepedasan, antara lain, bir pletok, wedang tape, kunir asam, bajigur, beras kencur, dan limun.

Restoran ini buka setiap hari, Senin-Jumat mulai pukul 09.00-21.00, Sabtu mulai pukul 09.00-23.00 dan Minggu mulai pukul 09.00-22.00. Fasilitas yang tersedia, di antaranya, ruang makan berupa joglo, lesehan rumah panggung dan garden, wifi serta tempat parkir yang cukup luas.

Source http://jogja.tribunnews.com
Comments
Loading...