Merasakan Resep Turun Temurun di Soto Kadipiro III

Anda ingin merasakan bagaimana rasa soto yang usianya lebih dari 91 tahun? Cobalah soto Kadipiro. Soto Kadipiro didirikan pada tahun 1921 oleh Widadi Tahir Karto Wijoyo. Saat ini bisnis makanan itu  dikelola oleh keturunan-keturunannya.

Soto Kadipiro sebenarnya hanyalah soto ayam biasa, namun yang menjadikannya luar biasa adalah rasa kuahnya. Kuah soto ini terbuat dari kaldu ayam kampung sehingga rasanya menjadi gurih. Satu lagi yang khas dari soto Kadipiro adalah walaupun soto ini adalah tidak menggunakan mie sebagai campurannya. Semangkuk soto berisi suwiran ayam kampunng, kecambah, kol dan perkedel kentang, serta taburan daun bawang dan bawang goreng. Untuk nasi, Anda dapat memilih untuk dicampur atau dipisah.

Sebagai  teman menyantap soto disediakan pula lauk seperti  ati ampela, tahu, tempe, perkedel, sayap ayam, kepala ayam dan berbagai bagian ayam lainnya. Istimewa ayam tersebut telah direbus terlebih dahulu dengan bumbu-bumbu sebelum digoreng, sehingga rasanya enak dan empuk. Selain itu juga disediakan sate ati ampela dan telur puyuh. Harga per porsinya adalah Rp 13.000,- sebanding dengan rasa yang ditawarkan.

Di Jl. Solo Km. 13 terdapat rumah makan Soto Kadipiro III. Anda bisa mengunjunginya setelah berkunjung ke Candi Plaosan atau candi-candi lainnya. Selain menu utama yakni soto ayam, Soto Kadipiro menawarkan soto sapi dengan bumbu khas Kadipiro. Rumah makan Soto Kadipiro III ini berada tepat di pinggir jalan raya, sehingga Anda dapat dengan mudah menemukannya. Lokasinya berada tidak jauh dari SPBU Kalasan, kira-kira berjarak 100 meter ke arah barat. Untuk mencapainya Anda bisa menggunakan angkutan jurusan Jombor – Prambanan. Jika Anda berangkat dari kota Yogyakarta dapat turun tepat diseberangnya. Rumah makan Soto Kadipiro III buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.30 WIB.

Source http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/pulau-jawa/yogyakarta/soto-kadipiro-tradisi-yang-tetap-terjaga/ http://kuliner.panduanwisata.id
Comments
Loading...