Mie Areng Babakan Jawa, Kuliner Tradisional Dengan Aroma Yang khas

Mie Areng Babakan Jawa

Sudahkah adakah dari Baraya yang pernah mencicipi Mie Babakan? Nah bagi yang belum Mie Babakan bisa menjadi rekomendasi kuliner mie di Majalengka. Mie Babakan terletak di Kelurahan Babakan Jawa. Menuju kesana, patokannya adalah Pasar Mambo kemudian terus menyeusuri jalan Babakan Jawa ke arah seletan sampai nanti bertemu Balai Kelurahan dan Mesjid Babakan Jawa (Alun-alun).

Nah penjual mie babakan berada tepat di sebelah utara atau bersebrangan dengan Balai Kelurahan, cirinya adalah gerobak biru paling kiri dari jajalan pedagang kaki lima yang ada disana. Kenapa mie babakan terasa special, karena proses memasaknya masih menggunakan arang terasa masih tradisional kan? sehingga menambah aroma khas dari mie tersebut.

Mie babakan ada dua jenis, ada mie goreng dan mie rebus. Sepintas  mie babakan ini mirip dengan bakmi Jawa hanya saja berbeda dalam kuah dan tidak menggunakan telur. Jadi kuah mie rebus babakan terasa soft ketimbang Bakmi Jawa.

Proses Memasak yang masih menggunakan tungku arang

Harga satu porsi mie babakan sekitar Rp. 13000 saja, dan bagi baraya yang mau mencicipi ini, harus menunggu malam tiba, karena pedagang mie babakan ini hanya berjualan pada malam hari saja.

Mie Babakan Rebus

Tidak banyak orang tahu, mie areng babakan jawa yang letaknya di dekat Balai Desa Babakan Jawa ini adalah tertua sekaligus pertama di Majalengka.

Agak sembunyi sih, tapi beberapa pelanggan sudah biasa ke sana. Kalau kata mantan orang mah, “jarak bukan alasan mengapa kita tidak berjumpa”.

Mie areng yang beroperasi mulai pukul 18.30-23.00 ini, berawal dari jualan keliling oleh sang kakak ipar mang Nana selama 36 tahun, akhirnya resep masakan diturunkan pada Mang Nana agar jualan ini dilanjutkan.

Keunikan dari mie areng ini adalah pada cara memasaknya. Memasak mie goreng dengan cara sangat konvensional; menggunakan arang dan digeber pakai hihid .Karena itulah, rasanya sangat khas.

Tak sedikit orang yang datang ke sana hanya sekadar nostalgia. Mengingat zaman muda dulu yang suka nongkrong di sana. Beberapa pelanggan setia bahkan sampai membawa anaknya .Harga pertama menjual 50 perak, sekarang Rp 15.000 tentunya dengan cita rasa yang sama.

Source Pegimakan.id Zonalibur.com
Comments
Loading...