Mie Jalak Kuliner Istimewa Khas Dari Sabang

Mie Jalak Kuliner Istimewa Dari Sabang

Sabang merupakan salah satu sebuah Pulau Kecil. Biasanya di pulau kecil makanan enaknya adalah Seafood. Tapi Sabang ini pengecualian. Di Sabang kuliner yang terkenal justru mie! Ada Mie Jalak dan Mie Sedap yang jadi unggulan. Keduanya adalah mie dengan kaldu daging dimasak Chinese style, kedainya pun dikelola oleh warga Tionghoa di Sabang. Mie Sedap di sini bukan merk mie instan. Kedai Mie Sedap di Sabang sudah ada lama sebelum nama itu populer dipakai sebagai merk mie instan.

Mie Jalak kalau di Jawa termasuk kategori Mie Kocok. Terdiri dari mie yang dimasak dengan kaldu lalu disajikan dengan topping potongan daging, tauge dan telur rebus. Katanya sih pakai kaldu ikan. Mungkin itu rahasianya sehingga tercipta kaldu bening yang gurih tapi ringan, sehingga tidak ‘eneg’ meskipun porsinya besar. Serius, porsinya kayak ngasih makan orang abis melaut seharian. Tapi karena enak, tak terasa ludes juga satu piring mie ini.

Topping dagingnya gurih dan lembut, kalau kurang bisa minta ekstra daging (tentu nambah bayarnya). Sementara telur rebus merekah yang disajikan di atas mie menambah ragam rasa sepiring Mie Jalak yang dibandrol dengan harga Rp 15.000-50.000. Campuran tauge yang menari di sela-sela helai mie membuat rasanya lebih segar dan renyah. Kelezatannya membuat kedai Mie Jalak populer di kalangan warga Sabang maupun pelancong.

Satu hal yang mengecewakan adalah minumannya. Sumatera bagian utara kan terkenal dengan teh dan kopi tariknya ya? Jadi begitu pramu saji menawarkan kedua minuman itu, kami semua langsung memesan teh tarik. Sudah terbayang di benak saya segelas teh tarik dengan buih yang membubung tinggi, creamy dan kesat, minuman khas yang biasa ditemukan di warung-warung di Banda Aceh. Harapan ini terhempas saat pramu saji menghidangkan gelas-gelas tak berbusa.

Setelah saya cicipi, terasa sekali teh tariknya memakai teh tarik instan sachetan. Masih ditambah susu kental manis, jadi manis banget. Aduh… mood killer banget! Secara umum kopi susu dan teh manis di Aceh rasanya manis banget. Jadi kalau saya pesan di warung lebih suka minta teh tanpa gula, atau gulanya terpisah. Kedai Mie Jalak biasanya buka mulai sekitar pukul 08.00 pagi hingga 12.00, dan seperti toko/warung lain di Sabang yang tutup untuk istirahat siang, kedai ini buka lagi pukul 16.00 hingga pukul 22.00. Lokasinya di Pulau Baru (Mie Jalak) Jl. Perdagangan No.29B, Sabang, Aceh.

Source https://lifetimejourney.me https://lifetimejourney.me/2016/01/07/mie-jalak-kuliner-istimewa-dari-sabang/
Comments
Loading...