Mirota Bakery,Toko Roti dan cake yang Legendaris di Jogja

Mirota Bakery

Mirota sudah dikenal sejak tahun 60-an. Berawal dari garasi sebuah rumah beralamat di Jl FM Noto 7 Yogyakarta, disulap menjadi kafetaria kecil, Tini Juniati juga menyediakan es dawet dan kue-kue. Hingga berlanjut berkembang sesuai dengan namanya, Mirota yang berarti Minuman Roti dan Taart, menyediakan berbagai roti, cake, dan aneka jajan pasar. Saat ini dijalankan oleh Niniek Wijayanti, putri dari Tini Juniati dan turun kepada sang cucu, Dewi Priamsari dan Alvita Purwani, masih menyediakan sajian makanan khas rumahan, berdampingan dengan display roti-roti dan cake andalan Mirota.

Sudah lebih dari 50 tahun, Mirota hadir di tengah masyarakat Yogya. Selain mengandalkan berbagai produk bakery adaptasi dari resep-resep Belanda seperti Soes Vla hingga Spekkoek. Mirota juga mengusung beraneka jenis cake, juga jajanan pasar. “Kami tetap mengandalkan roti warisan resep Oma,” jelas Dewi Priamsari yang akrab disapa Arie. Hingga saat ini, sudah sekitar 300 jenis roti, cake hingga kue kering hadir memenuhi selera pelanggan Mirota. Sebagian resep masih mempertahankan resep asli dari Sang Oma. Respon Kemauan Konsumen Pelanggan Mirota Bakery juga sudah makin kritis, dan mengerti trend yang sedang berjalan.

“Buat kami, hal tersebut membuat kami menjadi tertantang untuk membuat produk yang disukai masyarakat saat ini. Pelanggan tidak lagi fanatik dengan produk-produk tertentu, namun sudah berani menuntut cake yang sedang trend, seperti Rainbow Cake atau Red Velvet,” jelas Arie. Begitu pula dengan Rainbow Cake, Arie tak serta merta mengikuti arus trend tersebut, “Kami memang mengikuti kemauan konsumen, namun kami tunggu dulu respon masyarakat. Menunggu saat tepat untuk diperkenalkan.”

Mengikuti kemauan konsumen menjadi daya dorong untuk perkembangan bisnis dari Mirota Bakery sendiri.“Biasanya kita sesuaikan dengan karakter lidah masyarakat dan garis merah dari produk Mirota yang khas dengan roti-roti jaman Belanda. Namun, pengaruh Eropa, membuat Mirota menyediakan produk-produk pastry yang fillingnya disesuaikan dengan selera masyarakat Yogya,” terang Arie sambil tersenyum. Gunakan Butter Untuk Pastry Selain berbagai Roti Manis dengan berbagai isian, Mirota terkenal dengan jajaran pastry-nya yang lezat.

Mempergunakan bahan-bahan pilihan membuat produk pastry Mirota terjaga kualitas dan rasanya. “Kami masih mempertahankan penggunaan butter untuk produk pastry. Pada saat bakery lainnya sudah meninggalkan butter karena selain harganya yang tinggi juga handling yang cukup susah tapi Mirota masih mempertahankan mempergunakan butter,” ujar Arie disusul anggukan Vita, sang adik yang juga turut mengurus Mirota Bakery.

“Walaupun mempergunakan butter, namun kami masih tetap bisa memberikan harga terjangkau untuk tiap potong pastry. Kami ingin, masyarakat bisa merasakan pastry rasa Perancis dengan harga sesuai kantong masyarakat Yogya,” terang Vita lebih lanjut. Lanjutnya lagi, “Harga bahan baku lebih tinggi dibandingkan dengan harga di Jakarta. Namun dengan efisiensi dengan memaksimalkan adonan, cara memotong adonan pastry, bisa menekan harga, dan bisa mengurangi terbuangnya bahan-bahan.”

Source http://www.pastrynbakery.com
Comments
Loading...