Nasi Buk Latifah

Nasi Buk Latifah

Bagi warga Malang, nasi buk sudah masuk daftar kuliner yang ngangenin. Meski sebenarnya makanan ini dari Madura, namun sarapan nasi lodeh dengan beragam pilihan lauk ini sudah jadi rutinitas warga. Salah satunya adalah nasi buk Latifah, seorang penjual yang mangkal di trotoar depan Pasar Besar Malang.

Tak ada tenda. Hanya dua bakul berisi nasi dan lauk pauk yang setiap hari dibawa Latifah untuk berdagang. Selebihnya, perempuan berusia 50 tahun itu lesehan atau duduk di kursi mini. Sebelum jam 6 pagi, dia sudah nongkrong di pojokan depan Pasar Besar atau berseberangan dengan toko Altara.

Tak perlu menunggu lama, pelanggannya langsung berduyun-duyun menghampiri tempat Latifah berjualan. Berbagai lauk yang numpuk di atas baki hijau-putih miliknya satu per satu pindah ke piring pembeli. Biasanya, dia mulai membuka lapak sekitar pukul 05.00 sampai menjelang siang, sekitar pukul 11.00. Namun, sering kali perempuan paro baya ini pulang lebih pagi. Baru pukul 9, dagangannya sudah ludes diborong pembeli yang hilir mudik bergantian.

Keuntungan yang diperoleh dari berjualan nasi buk dirasa lumayan. Pada awal dirinya berjualan, nasi buknya seharga Rp 3.500. Kini Latifah sudah mematok harga Rp 12.000 ke atas untuk tiap porsi, tergantung lauk apa yang dipesan pembeli. Resep masakan ini sendiri dia dapatkan dari orang tuanya yang asli Madura, tepatnya Bangkalan. Dulu, ibunya juga berjualan nasi buk.

Source https://kuliner.radarmalang.id/ https://kuliner.radarmalang.id/kaya-rasa-satu-porsi-nasi-buk-mengenyangkan/
Comments
Loading...