Nasi Pulen Sambal Pete Lamtoro Angkringan Di Rembang

Menunya cukup beragam. Terhitung ada enam macam menu nasi sambal. Nasi sambal terong, sambal ayam, sambal teri, sambal tempe, sambal pindang, kering tempe, dan nasi sambal pete lamtoro. Harganyapun terkangkau. Cukup 2 ribuan per bungkus. Pokoknya cukup terjangkau, baik dari sisi letak maupun isi dompet.Deretan nasi bungkus tertata rapi .Angkringan atau yang kerab disebut Kucingan ini lain dari pada yang lain. Nasinya cukup pulen. Tidak seperti nasi angkringan yang lain. Terlihat kecil saji namun kaya isi. Istilah lokalnya adalah “njentuk Teknik memasak nasi pulen, saat ini jarang kita jumpai. Kebanyakan nasi warung itu, kalau tidak ngempal (lengket tidak merata) ya pero (keras). Tekstur nasi tersebut kerap disebabkan proses memasaknya menggunakan alat penanak nasi listrik dan atau cara memasaknya cukup tergesa, singkat, karena mengejar pelanggan.

Beda banget dengan nasi pulen. Dahulu, nasi pulen dimasak di atas tunggu dengan teknik kukus. Media kukus yang terbuat dari bilah bambu ternyata menambah harum aroma. Tak cukup dengan tungku. Untuk mendapatkan nasi pulen, nasi yang matangnya cukup sempurna ini harus di kipas dengan ilir (kipas bambo) di atas tambir (nampan bambu lebar). Pulen nasinya terasa sekali karena dalam rongga bulir nasi tersebut terisi oksigen, bukan lagi uap air. Mungkin teknik inilalah yang masih digunakan mas Ciput saat memasak nasi angkringanny Selain tekniknya, jenis bulir berasnya juga cukup berpengaruh. Tentu bukan sembarang beras, apalagi beras raskin. Hehehe… Tekstur bulir beras nan putih biasanya didapat dari bulir beras yang padinya teririgasi oleh mata air murni.

Beberapa areal sawah Pamotan tampak masih terjaga irigasinya dengan mata air murni. Jadi wajar kalau tekstur nasi bungkus di angkringan deket jembatan sungai besar pamotan ini terjaga. Hanya saja saat ini cukup terancam karena debet airnya banyak tersedot oleh perusahaan air minum perusahaan pemerintah setempat. Semoga saja sumber mata air Pamotan kelak tidak bermetamorfosa menjadi sumber air mata. Hehehe… Kembali ke menu angkringan.Lain dari pada yang lain yang kedua adalah kekhasan sambalnya diantara ragam sambal yang ada, yaitu sambal pete lamtoro. Saat

ini, sambal pete lamtoro, tidak mudah kita jumpai di warung angkringan manapun. Di Pamotan lah kita mudah mendapatkannya. Dari teksturnya, sambalnya cukup lembut di lidah namun nendang di rasa. Teknik menyambal nya tampak ala padang, namun rasa khas lokal. Sajian sambal yang diletakkan di atas nasi dengan pembatas daun pisang teriris kotak, semakin menggugah nafsu makan saya malam tadi bersama mas Adit. Tiap bungkus nasi sambal ini, tidak kurang terdapat 20 biji pete lamtoro yang dibalur sambal halusnya. Tekstur sambalnya cukup cerah, mengkilab, dan semakin memberi rona pete lamtoro terkesan segar. Saat dibalur dengan nasi pulennya, nasi bungkus angkringan ini semakin nancap rasa.

Source http://wartarembang.com
Comments
Loading...