Nikmati Sensasi Unik Bakso Degan di Kota Jogja

Bakso Degan

Bakso, menu makanan ini menjadi salah satu favorit banyak orang. Daging bercampur tepung berbentuk bulat disertai mie dan kuah menjadikan makanan tersebut segar dan lezat disantap. Namun, pernahkah Anda menikmati bakso degan?

Jika belum, ada baiknya menengok warung bakso degan di Jalan Sugeng Jeroni Nomor 62 Wirobrajan, Kecamatan Patangpuluhan, Kota Yogyakarta. Warung bernama “Berkah” ini menyajikan menu andalan ‘Bakso Degan’.

Nampaknya, menu Bakso Degan masih cukup asing bagi sebagian orang, termasuk di Yogyakarta. Menurut sang pemilik warung, Wiwik Adriana, bakso degan ini menjadi yang pertama ada di Yogyakarta.

Dibuka sejak 12 Desember 2016, warung kepunyaan Wiwik menjadikan air kelapa hijau sebagai kuah bakso. Kelapa hijau harus dipilih yang masih muda. Air kelapanya diolah lebih dulu dengan bumbu yang telah disiapkan. “Ini dimasak dengan bumbu rumahan rahasia kami,” ujar Wiwik

Bagaimananya dengan mienya? Mie di dalam bakso degan tidak memakai mie dari tepung sebagaimana bakso pada umumnya yang kita jumpai. Akan tetapi, mie dalam bakso degan memanfaatkan serutan daging kelapa muda.

Kekenyalan mie dari serutan daging kepala muda dengan mie biasa ternyata tak kalah enaknya.

Tak hanya disitu, daging bahan bakso bukan memakai seperti daging sapi yang umumnya, namun berbahan daging ikan kakap. Disantap dalam kondisi panas, pastinya bisa menambah sensasi menikmati bakso di mulut.

Tak cukup disitu. Pengunjung warung bakso degan ini memiliki pilihan ketika akan disajikan, bisa mangkuk dari tempurung kelapa dan juga bisa dengan di dalam kelapa utuh.

“Jika dengan kelapa utuh, cara menikmatinya bisa dengan mengupas sendiri daging kelapa yang masih lekat di dalam tempurungnya,” ujarnya.

Soal harga, kelihatannya tak akan sampai menguras kantong. Sebab, seporsi bakso degan dengan mangkuk tempurung kelapa hanya dibanderol dengan harga Rp 13 ribu, sedangkan bakso degan yang disajikan di dalam kelapa utuh dibanderol Rp 18 ribu.

Sebagai menu tambahan, Anda juga bisa menikmati bakso degan dengan minuman es degan yang dicampur gula aren. Es degan pun disajikan dengan wadah serupa dengan sajian bakso.

Warung bakso degan itu bisa Anda kunjung setiap hari dari pukul 11.00 hingga 19.00 WIB. “Tiap hari, warung menghabiskan 40 hingga 50 porsi bakso,” jelasnya.

Wiwik mengaku ide awal membuat warung itu muncul dari bepergian dan menginap di salah satu hotel di kawasan Sukabumi Jawa Barat. Bedanya, kata dia, bahan bakso berasal dari daging sapi dan bumbu mereka kombinasi sendiri.

“Saya membuka warung ini bersama tiga alumni SMP Immaculata Yogyakarta angkatan 1974, ada saya, Didik, Okti Wardani, dan Ong Esti,” ujar Wiwik.

Ia menambahkan, menu bakso degan tersebut dimulai dengan bekerja sama dengan temannya yang menjadi chef di salah satu hotel berbintang di Yogyakarta. “Akhirnya ketemu, bakso dengan (bahan) ikan kakap bisa lebih enak dan pas dinikmati di lidah,” cetusnya.

Source http://rona.metrotvnews.com
Comments
Loading...