Nikmati Teh Poci di Warung Poci Astomulyo yang Legendaris di Jogja

Warung Poci Astomulyo

Warung Poci Astomulyo adalah  satu dari sekian banyak warung dan rumah makan yang tersebar di kawasan wisata kaliurang.

Warung poci ini cukup legendaris karena telah berdiri beberapa puluh tahun menempati sebuah gubug di kawasan Kaliurang. Hingga saat ini warung ini cukup menarik minat anak muda dan orang tua yang ingin nongkrong santai dengan suasana sepi dan jauh dari keramaian kota.

Warung Poci Astomulyo (Asto Mulyo) merupakan warung yang menyediakan menu utama minuman teh poci di kawasan wisata Kaliurang. Warung ini menempati sebuah bangunan di kawasan Jalan Boyong Kaliurang.

Warung Poci Astomulyo (Asto Mulyo) merupakan warung yang menyediakan menu utama minuman teh poci di kawasan wisata Kaliurang. Warung ini menempati sebuah bangunan di kawasan Jalan Boyong Kaliurang.

Lokasi Warung Poci Astomulyo Kaliurang saat pertama kali dibuka menempati sebuah gubug kecil disebelah Taman Rekreasi Anak-Anak Kaliurang. Namun mulai awal April 2015, warung poci ini pindah ke lokasi baru di sekitar Jalan Boyong Kaliurang. Letaknya berada di sebelah selatan kawasan Museum Ullen Sentalu dan sekitar 500 meter dari bundaran Patung Udang.

Posisi Warung Poci Astomulyo sedikit masuk ke dalam gang kecil diantara penginapan di Jalan Boyong Kaliurang. Hal sempat membuat bingung pengunjung yang baru pertama kali menyambangi lokasi warung poci yang baru. Bila kesulitan menemukan warung poci ini bisa meminta bantuan kepada petugas parkir atau orang yang berada di sekitar bekas warung yang lama atau Taman Rekreasi Kaliurang. Bangunan Warung Poci Astomulyo berada di dalam area penginapan yang bernama Penginapan Poci Sari. Area parkir cukup luas dan dapat menampung beberapa buah kendaraan roda empat dan puluhan kendaraan roda dua.

Penampilan Warung Poci Astomulyo Kaliurang yang baru cukup berbeda jauh dibandingkan penampilan warung poci yang lama. Warung Poci Astomulyo saat ini menempati bangunan permanen baru yang kondisinya cukup bersih dengan tempat duduk secara lesehan dan meja kursi. Namun ada beberapa hal yang dipertahankan seperti tembok yang dicorat-coret dengan cat semprot (pylox), pencahayaan yang redup, menu makanan yang ada, dan tidak pernah tutup (24 jam).

Source https://teamtouring.net
Comments
Loading...