Nikmatnya Pecel Pakis Khas Gunung Muria Kudus Jawa Tengah

Berkunjung ke tempat wisata, tentu tidak lengkap jika belum mencicipi makanan khasnya. Begitu pun para wisatawan berkunjung ke Gunung Muria, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Setelah berziarah ke Makam Sunan Muria (Umar Said), Syeh Syadzali dan Air Terjun Monthel, akan terasa hampa jika belum merasakan kuliner pecel pakis, yang tidak mudah ditemukan di daerah lain.

Pecel Pakis Khas Kudus

Pecel pakis di kawasan wisata Muria dikenalkan mBok Yanah, yang kemudian usaha warungnya diturunkan putrinya Sulyati. “Pecel pakis sudah dikenalkan ibu sejak tahun 1960-an,” kata Sulyati, yang membuka usaha warungnya tidak jauh dari tempat peristirahatan Pesanggrahan Muria . Menu pecel pakis juga banyak dijumpai di warung lain, di lokasi wisata Muria, misalnya ke warung Jasmini, di komplek air terjun Monthel.

Menikmati pecel pakis, justru memunculkan sensasi tersendiri. Sebab, pecinta kuliner bisa menikmati menu pecel, sembari menikmati udara dingin pegunungan dan pemandangan alam yang hijau. Juga, penikmat kuliner dengan seizing pemilik warung, bisa menikmati pecelnya di atas batu-batuan gunung yang besar disekitar air terjun Monthel.

Bumbu pecel terdiri atas bawang putih, kencur, jeruk wangi, gula merah, buah asem dan sedikit garam. Cara meraciknya, semula bumbu- bumbu tersebut kecuali gula dan garam, digoreng dengan minyak goreng. Kemudian menyusul kacang tanah digoreng tersendiri. Lalu, setelah semuanya matang, kacang tanah, berikut bumbunya ditumbuk atau digiling dengan halus. Diperlukan sedikit air matang untuk mencairkannya.

Sementara daun pakis– sebagai tanaman khas Muria, kacang panjang, bayam, taoge dan sayur lain dipotong- potong sebelum direbus matang. Untuk penyajiannya, nasi ditaruh di piring, lalu di atasnya diberi sayur mayur, baru kemudian diberi bumbu pecelnya, dan selanjutnya siap dihidangkan. Variasi lauk tambahan sangat banyak, misalnya ayam goring, ayam bakar, botok jeroan, rempela dan tahu-tempe.

Para pecinta kuliner tidak perlu khawatir harus merogoh kocek terlalu dalam, karena harganya sangat murah. “Satu porsi nasi pecel hanya Rp 4.000,” kata Hj. Jasmini, yang sudah berjualan di komplek air terjun selama 35 tahun. Sehari, Hari biasa, Sulyati maupun Jasmini bisa menghabiskan 10 ekor ayam dan bias membawa pulang Rp 300-400 ribu sehari. Jika hari libur, penghasilan mereka berlipat.

 

Source http://pegimakan.id travel.tempo.co
Comments
Loading...